LANGIT7.ID–Jakarta; PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang enam bulan pertama 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,18 triliun. Angka ini naik 18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk semester pertama dalam sejarah perusahaan.
Laporan keuangan belum diaudit yang dirilis perusahaan menunjukkan bahwa lonjakan kinerja didorong oleh pertumbuhan kuat di lini perdagangan dan distribusi, serta pendapatan utilitas dari kawasan industri JIIPE yang meningkat tajam. Total pendapatan tercatat sebesar Rp21,42 triliun atau tumbuh 15 persen secara tahunan.
Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo, menyatakan bahwa hasil ini mencerminkan ketahanan model bisnis perusahaan di tengah tantangan ekonomi yang fluktuatif.
“Pencapaian di semester pertama 2025 menegaskan ketahanan model bisnis AKR dan komitmen kami terhadap keunggulan operasional, di tengah dinamika eksternal yang menantang,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (28/7/2025).
Ia menambahkan, keberhasilan ini tak lepas dari strategi diversifikasi portofolio dan investasi strategis yang kini mulai menunjukkan hasil nyata. AKRA disebut akan terus memperkuat basis pendapatan berulang untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Distribusi BBM dan Ekspansi bp-AKR Dorong PendapatanSegmen perdagangan dan distribusi tetap menjadi mesin utama pertumbuhan AKRA, dengan kontribusi laba bruto mencapai Rp1,44 triliun atau meningkat 29 persen dibanding tahun lalu. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan volume permintaan BBM dari sektor B2B, kestabilan permintaan bahan kimia dasar, serta ekspansi jaringan ritel bp-AKR yang kini telah mencapai 70 stasiun per Juli 2025.
“Segmen ini menunjukkan kinerja yang kuat, didukung oleh permintaan B2B dan jaringan ritel bp-AKR yang terus berkembang,” ujar Haryanto.
Selain penguatan jaringan distribusi di wilayah barat, AKRA juga tengah memperkuat infrastruktur penyimpanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia Timur, sebagai langkah strategis memperluas jangkauan pasar.
Pendapatan Utilitas Naik 317%, JIIPE Jadi Pilar Baru AKRASalah satu sorotan terbesar dalam laporan keuangan AKRA adalah melonjaknya pendapatan dari sektor utilitas, yang naik lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp311 miliar. Peningkatan ini didorong oleh operasional sejumlah tenant besar di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), termasuk pabrik smelter tembaga yang sudah mulai berproduksi.
JIIPE juga mencatat penjualan lahan sebesar Rp537 miliar sepanjang semester I, tumbuh 6 persen secara tahunan. Klien utamanya berasal dari sektor pupuk, kimia, dan daur ulang alumina.
AKRA meyakini, kawasan JIIPE akan menjadi pilar utama pendapatan berulang perusahaan, seiring meningkatnya aktivitas tenant di semester kedua. Kawasan ini juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi mineral bernilai tambah dan menarik investasi asing langsung (FDI).
Fundamental Kuat, Dividen Cair 19 AgustusDengan posisi kas mencapai Rp4,04 triliun dan net gearing rendah di angka 0,06x, AKRA berada dalam kondisi keuangan yang sangat sehat. Total aset perusahaan mencapai Rp31,8 triliun dengan ekuitas sebesar Rp14,98 triliun.
Kondisi ini mendorong Dewan Direksi untuk menyetujui pembagian dividen interim sebesar Rp50 per saham, atau total sekitar Rp990 miliar. Jumlah tersebut setara 84 persen dari laba bersih semester I. Dividen dijadwalkan akan dibayarkan pada 19 Agustus 2025 dengan tanggal pencatatan pada 7 Agustus.
Keputusan ini disebut sebagai bentuk nyata dari komitmen perusahaan terhadap pemegang saham, sekaligus mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis ke depan.
Target Ambisius dan Komitmen ESGMenatap paruh kedua tahun ini, AKRA tetap percaya diri mampu meraih laba bersih tahunan di kisaran Rp2,4 triliun hingga Rp2,6 triliun. Optimisme ini didukung oleh berbagai faktor, seperti pertumbuhan volume perdagangan dari sektor pertambangan, target penjualan lahan 80–100 hektare di JIIPE, peningkatan pendapatan utilitas, serta ekspansi ritel bp-AKR secara nasional.
Tak hanya fokus pada kinerja finansial, AKRA juga memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan tata kelola perusahaan. Pada Juni 2025, AKRA meraih peringkat ESG ‘A’ dari MSCI dan masuk ke dalam ASEAN Asset Class PLC (ACGS 2025). Selain itu, Sustainalytics memberikan skor risiko sebesar 20,9 yang tergolong dalam kategori risiko sedang.
Berbagai inisiatif rendah karbon, perlindungan keanekaragaman hayati, pengembangan tenaga kerja inklusif, dan program sosial kemasyarakatan menjadi bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang AKRA yang berkelanjutan.
AKRA Kian Mantap Menjadi Penggerak Industri dan Infrastruktur NasionalDengan kombinasi kinerja operasional yang solid, strategi pertumbuhan yang terukur, serta komitmen terhadap keberlanjutan, AKRA memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam sektor logistik, energi, dan kawasan industri Indonesia. Ke depan, perusahaan optimistis akan terus mencetak pertumbuhan yang kuat dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
(lam)