Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home sosok muslim detail berita

Menengok Teladan Quraish Shihab dalam Mendidik Anak

Muhajirin Senin, 04 Oktober 2021 - 21:01 WIB
Menengok Teladan Quraish Shihab dalam Mendidik Anak
Prof. Dr. Quraish Shihab bersama anak, menantu dan cucunya (foto: Instagram/najwashihab)
LANGIT7.ID, Jakarta - Siapa yang tak kenal Prof. Dr. Quraish Shihab? Beliau merupakan mufassir atau cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al-Qur’an. Mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998) ini juga merupakan anggota Majelis Al Hukama' yang merupakan forum ulama dunia. Pria berusia 77 tahun itu menikah pada 1975 dan memiliki 5 anak, 4 di antaranya perempuan dan satu laki-laki.

Meski menjadi seorang ulama tersohor di Tanah Air maupun dunia Islam, Prof Quraish Shihab rupanya tak pernah memaksa anak-anaknya untuk menjadi seorang ulama. Ia memberi kebebasan kepada seluruh anaknya untuk menekuni minat dan bakat mereka, dengan catatan tetap membawa nilai-nilai Islam dalam profesi yang mereka tekuni.

Salah satu putri Quraish Shihab, Nasywa Shihab, menjelaskan bahwa ayahnya merupakan sosok yang mengedepankan keteladanan dalam mendidik anaknya. Penulis Tafsir Al-Misbah itu sangat jarang memberikan nasihat, tapi mendidik lewat contoh.

“Jadi peranan mama yang lebih banyak untuk ngajarin praktis-praktis ibadah. Kalau Abi lewat contoh, karena selama ini Abi tidak banyak bicara kalau di rumah. Tapi memang melalui contoh itu kita bisa melihat sih bagaimana keteladanan yang Abi selalu berikan,” kata Nasywa Shihab kepada LANGIT7.ID.

Baca Juga: Nasywa Shihab, Psikolog Putri Quraish Shihab yang Berdakwah di Belakang Layar

Salah satu keteladanan Prof Quraish Shihab kepada anak-anaknya adalah gemar membaca. Ia sering membelikan buku untuk anak-anaknya agar mereka mencintai ilmu pengetahuan. Namun ada satu kebiasaan yang sangat berkesan kepada Nasywa.

“Selalu pagi hari, dispilin banget secara waktu. Setelah bangun langsung di depan komputer baca buku dan juga nulis, itu jadi satu hobi. Memang menjadi ketekunan kepada ilmu pengetahuan dengan bacaan- bacaannya, serta cintanya pada Al-Qur'an. Itu yang jadinya kami itu melihat cerminan dari sikap abi. Itu yang coba kami teladani,” kata Nasywa.

Prof. Quraish Shihab juga tak pernah menuntut anak-anaknya untuk menjadi ulama. Bahkan hal itu juga berlaku kepada cucu-cucu beliau. Ia selalu mendukung dan meminta anak-anaknya untuk menekuni minat dan bakat masing-masing.

Tentu kita tak asing lagi dengan sosok Najwa Shihab. Ia terkenal sebagai presenter cerdas. Sementara sang kakak, Najeela Shihab sukses menjadi pendidik sekaligus psikolog anak dengan mendirikan sekolah Cikal. Sang adik, Nahla Shihab juga sukses menjadi seorang dokter.

Sementara Nasywa Shihab aktif mengurus dakwah di bawah payung Yayasan Lentera Hati yang didirikan Prof. Quraish Shihab. Sadar tak bisa meneruskan keilmuan sang ayah, ia membuat platform cariustadz.id yang menjadi wadah ustadz-ustadzah kader Prof Quraish Shihab untuk berdakwah.

Baca Juga: Cariustadz.id, Menjawab Kebutuhan Referensi Ustadz Kompeten di Era Digital

“Kalau yang dikader udah banyak banget, ribuan. Karena 15 tahun melalui program, mulai dari pelatihan-pelatihan dan sudah tersebar di seluruh di Indonesia,” kata Nasywa.

Meski anak-anak biologis Prof Quraish Shihab tak meneruskan kiprah sang ayah sebagai seorang ulama, namun beliau memiliki ribuan anak ideologis. Anak-anak ideologis itulah yang meneruskan cita-cita Prof. Quraish Shihab untuk membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Baca Juga: Ingin Belajar Islam Dibimbing Ustadz dan Ulama Kompeten? Klik di Cariustadz.id


Di sisi lain, Prof Quraish Shihab selalu menekankan kepada anak-anaknya untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Itu tak lepas dari nasab beliau yang terhubung kepada baginda Rasulullah SAW. Hanya saja, ia tak menonjolkan gelar ‘habib’ itu kepada masyarakat.

“Yang terpenting memang bukan hanya garis keturunan, tapi bagaimana kita memelihara garis hubungan dengan leluhur, tapi berusaha meneladani kakek nenek kami, bagaimana hidup mereka penuh dengan ilmu, berdakwah, dan tentu dengan akhlak yang karim,” kata Nasywa.

“Jadi memang yang penting adalah memperkaya hati dengan akhlak yang baik. Itu bentuk-bentuk keteladanan yang selalu kami coba pelihara,” lanjutnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan