LANGIT7.ID-, St George - Utah - Tersangka pembunuh aktivis sekaligus loyalis
Presiden AS Donald Trump,
Charlie Kirk, berhasil ditangkap.
Tyler James Robinson, 22, ditangkap atas tindak pidana berat.
Hakim memerintahkan agar
Tyler James Robinson ditahan tanpa jaminan, seperti dilansir dari AP, Sabtu (13/9/2025).
Robinson ditangkap setelah adanya laporan dari ayahnya, yang mengenalinya dari foto-foto yang disebarkan kepolisian.
Baca juga: Loyalis Donald Trump Tewas Ditembak, Gedung Putih BerkabungBerikut sejumlah fakta dan latar belakang
Robinson, tersangka penembakan Charlie Kirk di Utah, Georgia, AS.
Berdasarkan unggahan media sosial,
Robinson memiliki dua orang adik laki-laki dari orang tua yang telah menikah selama 25 tahun.
Unggahan sang ibu di media sosial memperlihatkan
Robinson berasal dari keluarga yang kerap menghabiskan waktu dengan berlibur seperti ke Disneyland, Hawaii, Karibia, dan Alaska.
Keluarga Robinson sering beraktivitas di luar ruangan, seperti berperahu, memancing, mengendarai ATV, zip-lining, dan menembak.
Dalam sebuah unggahan di tahun 2017, keluarga Robinson tampang mengunjungi fasilitas militer dan berpose dengan senapan serbu.
Sementara Robinson muda terlihat tersenyum sambil memegang gagang senapan mesin berat kaliber 50.
Menurut keterangan juru bicara gereja, Doug Andersen,
Tyler Robinson sudah menjadi anggota Gereja Mormon di usia muda.
Namun, ia tidak membagikan detail lain tentang
Robinson atau keterlibatan keluarganya di gereja.
Baca juga: Albania Blokir TikTok Mulai Awal 2025, Buntut Kasus Pembunuhan RemajaRobinson juga dikenal sebagai siswa berprestasi di SMA dengan nilai di persentil ke-99 secara nasional dalam tes standar.
Ia diterima di Utah State University di tahun 2021 dengan beasiswa akademik bergengsi.
"Dia dikenal pintar, tapi bukan kutu buku," kata Jaida Funk, 22, yang tinggal di lingkungan yang sama.
Fakta ini membuat Funk terkejut saat
Robinson ditangkap sebagai pelaku penembakan Kirk. Berita penangkapan
Robinson "sama sekali tidak terduga," kata Funk.
"Saya tahu beberapa orang, ketika identitas mereka terungkap dan mereka dicap sebagai penembak, semua orang seperti, 'Kalian bisa tahu.' Padahal dia bukan salah satu dari orang-orang itu."
Namun, menurut juru bicara kampus,
Robinson hanya kuliah selama satu semester. Saat ini, ia terdaftar sebagai mahasiswa tahun ketiga dalam program magang kelistrikan di Dixie Technical College di St. George.
Ibunya tidak memiliki unggahan publik di Facebook setelah tahun 2022. (AP News/es).
Baca juga: Ribuan Orang Berdemonstrasi di Istanbul Memprotes Pembunuhan Pemimpin Hamas(est)