LANGIT7.ID–New York; Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendapat sorotan besar usai menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di Markas PBB, Amerika Serikat. Momen ini menjadi penampilan perdana seorang Presiden RI di sidang umum PBB sejak 10 tahun terakhir.
Prabowo mendapat giliran ke-3 untuk berpidato dalam forum bergengsi tersebut. Sejumlah isu penting diangkat, mulai dari perdamaian dunia hingga dukungan penuh Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.
Dalam penyampaiannya, Prabowo tampil penuh semangat. Bahkan, delapan kali ia menghentakkan tangannya ke meja mimbar yang ada di Markas PBB. Gaya komunikasinya itu diiringi delapan kali tepuk tangan para petinggi dan delegasi negara lain. Puncaknya, Prabowo mendapat standing ovation di akhir pidatonya.
Momen tersebut menjadi bukti pengakuan dunia atas keberanian dan ketegasan Presiden RI dalam menyuarakan isu-isu global. Suasana forum internasional yang membahas Gaza dan perdamaian Timur Tengah seketika cair dengan energi berapi-api yang ditunjukkan Prabowo.
Apresiasi juga datang langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam forum berbeda, yakni Multilateral Meeting on the Middle East di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan PBB, Selasa (23/9/2025).
"Dan Anda juga, sahabatku. Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan menghentakan tangan di meja itu," kata Trump, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden RI.
Trump bahkan berkelakar, “Saya berkata, bagaimana kalau harus berhadapan dengan dia kalau ia marah? Tidak mudah.” Ucapan itu direspons senyuman dan tawa kecil dari Prabowo, serta senyum sejumlah petinggi negara lain di ruangan tersebut.
"Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih banyak," ujar Trump.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyampaikan pujian kepada Emir Qatar Syekh Tamim ibn Hamad Al Thani. “Dan juga, pidato yang hebat yang Anda sampaikan hari ini. Saya menyaksikannya, pidato yang benar-benar hebat. Terima kasih banyak," ujar Trump.
Pidato penuh energi dari Presiden Prabowo sekaligus menjadi penegasan posisi Indonesia sebagai suara penting dalam diplomasi global, dengan pengakuan langsung dari para pemimpin dunia.
(lam)