LANGIT7.ID–Jakarta; Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menggelar program Dai Champion II, sebuah ajang pencarian dai unggulan yang siap berkiprah di dunia penyiaran nasional. Melalui kegiatan ini, MUI menyeleksi para pendakwah potensial yang memiliki kapasitas keilmuan dan metode dakwah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Dilansir dari situs MUI, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, menuturkan bahwa program ini merupakan langkah strategis MUI dalam menyiapkan kader dai yang siap tampil di media publik, terutama televisi nasional.
“Dai Champion itu, bagian dari kita (MUI) menyiapkan kader-kader yang lebih masif di media,” ujar Kiai Cholil dalam keterangannya, Selasa (7/10/2025).
Kiai Cholil menjelaskan bahwa Dai Champion II tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarda’i, tetapi juga menjadi wadah bagi para pendakwah berkompeten untuk dipromosikan di media penyiaran. Melalui kerja sama dengan TVOne dan Muslim Center, ajang ini menyeleksi ribuan dai terstandardisasi MUI untuk menemukan figur yang layak tampil di ruang publik.
“Untuk itu acara Dai Champion itu sebenarnya, selain silaturahim, juga mencari bibit-bibit (dai) yang bisa kita up di media untuk lebih dikenal,” jelas Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah, Depok itu.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Ahmad Zubaidi, menegaskan bahwa program Dai Champion II menjadi ajang untuk menyeleksi dai terbaik yang dapat memperluas dakwah Islam di media penyiaran. Menurutnya, kompetisi ini bertujuan agar para dai tidak hanya menguasai materi dakwah, tetapi juga mampu menghadirkan pesan keagamaan dengan pendekatan yang kreatif dan relevan dengan masyarakat masa kini.
“Sehingga kita harapkan ya, dai-dai terbaik ini nanti bisa tampil media penyiaran, termasuk televisi, karena di televisi aspek entertainment itu aspek yang penting,” ujar Kiai Zubaidi.
Ia menambahkan, inovasi dalam metode dakwah kini menjadi keharusan agar pesan keislaman dapat diterima dengan baik oleh masyarakat yang tengah menghadapi berbagai tekanan sosial. Dakwah yang ringan, menyenangkan, dan menenangkan hati dinilai lebih mudah menyentuh audiens di era digital.
“Sebenarnya kita lebih kepada mendorong para dai kita supaya bisa berenovasi dalam metode dakwahnya. Karena bagaimanapun, masyarakat kita itu mengharapkan hadirnya dai yang bisa memberikan pembelajaran agama dengan penyampaian yang ringan dan menyenangkan,” kata Kiai Zubaidi.
Dari total 42 peserta yang berkompetisi, Dai Champion II berhasil menjaring 10 finalis terbaik. Dari babak final tersebut, tiga nama keluar sebagai pemenang utama: Ustadz Misfalah Yusuf, Ustadz Bayumi Takanalo, dan Ustadzah Fadhilah Munawwarah. Para pemenang ini nantinya akan mendapat kesempatan tampil di berbagai media penyiaran nasional, membawa semangat baru dalam dunia dakwah televisi yang modern dan inspiratif.
(lam)