Langit7, Bogor - Pandemi Covid-19 di tanah air memukul keras berbagai sektor, seperti kesehatan dan perekonomian. Hal itu menjadikan masyarakat harus memutar otak untuk tetap memutar roda perekonomian keluarga.
Termasuk bagi Herdian, yang tadinya berprofesi sebagai driver ojek online (ojol). Demi tetap bisa memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah pandemi, ia mulai beralih ke sektor peternakan entok.
Herdian mengaku sedari kecilnya memang sudah menyukai memelihara hewan ternak. Dari situ, ia mulai berpikir untuk serius menjalankan usahanya beternak entok di tengah pandemi yang cukup berdampak pada perekonomian masyarakat.
"Ini sudah saya jalankan sekitar 1,5 tahun, tapi hasilnya memang baru terasa tujuh bulan belakangan ini," ujar Herdian dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga: Peluang Bisnis Menguntungkan dari Budi Daya Lobster Air TawarHerdian memulai peternakannya ini dengan menyiapkan sejumlah enam ekor anakan entok. Seiring perkembangannya, kini ia mulai bisa memenuhi populasi entok di peternakannya sebanyak 600 ekor.
![Mantan Supir Grab Sukses Ternak Entok di Tengah Pandemi]()
Ternak entok, lanjut dia, perawatannya terbilang cukup mudah. Sebab, hanya perlu menyiapkan ketersediaan pakan, sementara untuk kandang tidak terlalu memakan biaya karena entok bisa hidup di kandang yang apa adanya.
"Biasanya setelah bertelur, anakan entok akan menetas setelah 35 hari. Kurang lebih dalam waktu dua bulan sudah bisa dipanen," ujarnya.
Baca juga: Dosen Ini Sukses Budi Daya Ikan Gabus dari Hasil Pancingan
Untuk pemasaran, Herdian biasa menjualnya melalui Facebook dengan tergabung ke dalam berbagai komunitas. Biasanya, banyak peminat untuk anakan entok atau pun dewasa untuk dimanfaatkan dagingnya.
Per ekor anakan entoknya, ia bisa menjual seharga Rp13 ribu. Sementara untuk entok pedaging usia dua bulan, ia biasa menjual hingga Rp40 ribu.
"Untuk kembali ke ojol kayak tidak, karena di sini hasilnya juga lebih lumayan kalau sudah berkembang," tambahnya.
(zul)