LANGIT7.ID-Jakarta; Hari ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto genap berusia 74 tahun. Ucapan selamat dan doa datang dari berbagai kalangan, termasuk dari pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, Anwar Abbas, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Dalam refleksinya, Anwar Abbas menilai momen ulang tahun kali ini bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden RI. Ia berharap Prabowo senantiasa diberi kesehatan agar dapat menjalankan amanah rakyat dengan baik, sekaligus konsisten menegakkan visi ekonomi prorakyat yang menjadi janji kampanyenya.
“Semoga Prabowo sehat selalu sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya sebagai presiden Republik Indonesia,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025).
Menurut Anwar Abbas, masyarakat kini menaruh harapan besar agar kebijakan ekonomi yang dijalankan tetap berpihak kepada rakyat kecil. Ia menekankan pentingnya pemerataan ekonomi agar kesenjangan sosial yang tajam selama ini dapat ditekan, sekaligus memperkuat persatuan nasional.
“Dengan demikianlah kita akan bisa mengangkat ekonomi masyarakat lapis bawah yang selama ini memang kurang terperhatikan sehingga diharapkan akan terjadi mobilitas vertikal sehingga kesenjangan sosial ekonomi yang tajam yang terjadi selama ini dapat kita perkecil,” kata Anwar Abbas.
Selain soal ekonomi, ia juga menyoroti pentingnya komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi di semua lini pemerintahan. Anwar Abbas menegaskan bahwa perjuangan melawan praktik korupsi bukan perkara mudah, apalagi bila pelakunya adalah orang-orang yang berada di lingkaran dekat kekuasaan.
“Prabowo tidak boleh menaruh rasa kasihan kepada mereka karena mereka selama ini juga tidak pernah menaruh rasa kasihan kepada bangsa dan negaranya,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan tegas bahwa ketegasan dalam penegakan hukum menjadi kunci agar rakyat tetap percaya kepada kepemimpinan Prabowo. Keberanian menindak siapa pun tanpa pandang bulu, katanya, akan memperkuat dukungan rakyat terhadap Presiden.
(lam)