Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home masjid detail berita

Berjihad Melawan Musuh Tak Kasatmata: Tak Selalu Bersenjata

miftah yusufpati Senin, 03 November 2025 - 05:15 WIB
Berjihad Melawan Musuh Tak Kasatmata: Tak Selalu Bersenjata
Prof Quraish Shihab. Foto/Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dalam pandangan Prof. Dr. M. Quraish Shihab, jihad tidak semata berarti angkat senjata. Al-Qur’an, katanya, memang memerintahkan umat Islam mempersiapkan kekuatan dan strategi menghadapi musuh (QS Al-Anfal: 60). Tapi, kekuatan itu bukan hanya soal fisik atau militer. Ada musuh yang jauh lebih halus—dan lebih berbahaya: setan dan nafsu manusia.

“Al-Qur’an banyak menguraikan sifat-sifat setan, nafsu, orang kafir, dan munafik. Semua itu agar manusia mengenal tipu dayanya,” tulis Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat (Mizan, 1996). Menurutnya, mengenali musuh adalah bagian dari strategi jihad itu sendiri.

Dalam tafsirnya, Quraish menjelaskan, kata setan berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “lawan” atau “musuh”, atau dari bahasa Arab syaththa yang bermakna “melampaui batas”. Setan adalah simbol kejahatan, sosok yang “selalu di tepi” dan memilih ekstremitas.

Setan, katanya, tidak diciptakan Allah sia-sia. Dengan mengenalnya, manusia bisa menegaskan batas antara kebaikan dan keburukan. “Kebaikan baru nyata ketika kejahatan diabaikan lalu dipilih yang baik,” tulisnya. Di situlah manusia lebih unggul dari malaikat—karena manusia punya pilihan.

Musuh yang Datang dari Segala Arah

Quraish menafsirkan firman Allah dalam QS Al-A’raf [7]:16–17, ketika iblis bersumpah akan menggoda manusia “dari depan, belakang, kanan, dan kiri”. Dua arah yang tersisa hanyalah atas—lambang kehadiran Allah—dan bawah—lambang kesadaran manusia atas kelemahannya. “Manusia harus berlindung kepada Allah dan menyadari kelemahannya agar selamat dari godaan,” tulisnya.

Ibarat virus, setan hanya bisa menjangkiti hati yang lemah. “Imunisasi spiritual,” katanya, dilakukan dengan zikir dan kesadaran ruhani. Ayat lain (QS An-Nisa [4]:76) menegaskan: “Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” Tapi kelemahan itu hanya tampak bagi mereka yang kuat jiwanya.

Dalam surat An-Nas, setan disebut al-waswas al-khannas—pembisik yang mundur ketika manusia berzikir. Quraish mengutip sabda Nabi dari Ibnu Abbas: “Sesungguhnya setan bercokol di hati anak Adam; bila berzikir, ia menjauh, bila lengah, ia berbisik.” Artinya, jihad terbesar adalah menjaga kesadaran agar hati tak kosong dari ingatan kepada Allah.

Pintu-pintu Masuk Setan

Menurut Quraish, setan menggoda lewat banyak pintu: ambisi berlebihan, gemerlap duniawi, rasa lebih dari orang lain, meremehkan dosa, dan riya’—ingin dipuji.

Setiap pintu, katanya, hanya bisa dikunci dengan kesadaran spiritual: zuhud, tawakal, dan niat yang lurus. Sufi besar Al-Muhasibi pun menulis, “Setan amat pandai menyesuaikan bisikannya dengan kondisi manusia.”

Bagi yang durhaka, setan menggoda agar meninggalkan ketaatan. Sedangkan bagi yang taat, bisikannya lebih halus: menanam rasa lelah, malas, atau bahkan merasa cukup dengan amal. “Bisikan itu bisa ditolak dengan zikir, tuntunan ibadah, serta kesadaran akan kelemahan diri,” tulis Quraish.

Setan juga, tulis Quraish, menebar kejahatan melalui struktur sosial: kemiskinan, kebodohan, dan penyakit. Ia mengutip QS Al-Baqarah [2]:268, bahwa setan “menakut-nakuti dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat jahat”.

Penyakit pun disebut sebagai senjata setan, sebagaimana keluhan Nabi Ayyub (QS Shad [38]:41): “Aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.” Begitu pula kebodohan, yang melahirkan angan-angan kosong (QS An-Nisa [4]:120).

Jihad yang Tak Pernah Usai

Jihad, dalam tafsir Quraish Shihab, bukan hanya soal medan perang, tapi perjuangan spiritual dan sosial: melawan setan, nafsu, kemiskinan, dan kebodohan.

“Siapa yang melihat kemungkaran, hendaklah dicegah dengan tangan, lidah, atau hati,” tulisnya, mengutip sabda Nabi.
Ketiga cara itu, menurutnya, termasuk jihad—sebuah perjuangan panjang manusia untuk menaklukkan musuh yang paling dekat: dirinya sendiri.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)