LANGIT7.ID-Ada masa-masa ketika hidup terasa redup. Jalan tampak buntu, hati terasa berat, dan pikiran penuh pertanyaan yang tak kunjung terjawab. Setiap usaha seolah tidak membuahkan hasil, dan setiap doa terasa sepi. Dalam keadaan seperti itu, banyak orang merasa sendirian. Padahal justru di titik tergelap itulah cahaya Allah paling dekat.
Allah ﷻ berfirman:
*“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”* (QS. Ash-Sharh: 6)
Ayat ini bukan sekadar kalimat penghiburan, tetapi janji yang pasti. Kesulitan itu tidak berdiri sendiri; ada kemudahan yang berjalan bersamanya, hanya saja sering tak langsung terlihat.
Cahaya itu bisa berupa kekuatan hati yang tiba-tiba menguat. Bisa berupa seseorang yang datang tepat waktu untuk membantu. Bisa berupa kesempatan kecil yang membuka jalan besar. Atau bisa juga berupa ketenangan yang Allah letakkan di dada, sehingga kita mampu bertahan meski keadaan belum berubah.
Sering kali, Allah tidak langsung mengeluarkan kita dari gelapnya ujian. Sebaliknya, Dia memberikan cahaya kecil agar kita tetap bisa melangkah. Cahaya itu adalah petunjuk, harapan, dan dorongan agar kita tidak menyerah.
Malam ini, lihatlah kembali perjalananmu. Mungkin gelapnya masih ada, tapi cahayanya pun tak pernah hilang. Selama hati masih bergantung pada Allah, gelap itu tidak akan menelanmu. Ia hanya menjadi jalan untuk menemukan cahaya yang lebih terang.
Tetaplah berjalan, walau pelan. Cahaya Allah selalu menyertai mereka yang tidak berhenti berharap pada-Nya.(*/saf/ Komunitas QM)
(lam)