LANGIT7.ID-, Jakarta - - The United Nations Development Programme (UNDP) di Indonesia telah menerima surat dari Pemerintah Provinsi Aceh, yang berisi permohonan bantuan terhadap penanganan
bencana banjir dan tanah longsor yang menimpa sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia, Sara Ferrer Olivella.
Sara menyatakan, UNDP telah menerima surat resmi yang dilayangkan
Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada Minggu, 14 Desember 2025. Melansir Tempo, Jumat (18/12/2025).
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menelaah bentuk dukungan yang dapat diberikan khususnya pada tahap pemulihan dini, dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemangku kepentingan terkait.
"Ini sejalan dengan mandat kami dalam pemulihan awal," kata Sara, Senin (15/12), melansir dari
en.tempo.co.Baca juga: Pemerintah Aceh Resmi Surati PBB dan Lembaga Internasional, Meminta Bantuan PascabencanaPemerintah Aceh telah menghubungi dua badan
PBB untuk membantu upaya pemulihan pascabencana di Sumatera. Selain UNDP, Aceh telah mengirimkan surat kepada Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (
UNICEF).
UNDP adalah badan yang berfokus pada pembangunan nasional, termasuk pemberantasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan. Sementara itu, UNICEF berfokus pada kesejahteraan anak.
Sebelumnya, juru bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menghubungi badan-badan internasional yang saat ini beroperasi di Indonesia.
"Secara khusus Pemerintah Aceh, secara resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004 seperti UNDP dan UNICEF," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA kepada media.
Langkah tersebut diambil karena dampak bencana dinilai sangat luas, sementara distribusi bantuan di lapangan masih bersifat sporadis dan belum menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Baca juga: Muhammadiyah Siap Tempuh Jalur Hukum Bila Presiden Tak Segera Tetapkan Status Bencana Nasional(lsi)