LANGIT7.ID–Banjarmasin; Perluasan akses layanan perbankan syariah di Kabupaten Tapin kini memasuki fase baru. Bank Kalsel resmi mengoperasikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Syariah Rantau sebagai bagian dari strategi penguatan layanan keuangan berbasis prinsip syariah di wilayah tersebut.
Peresmian KCP Syariah Rantau dilakukan langsung oleh Bupati Tapin H. M. Yamani bersama Wakil Bupati H. Juanda di Jalan Brigjend. H. Hasan Basri Km 1 Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Senin. Kehadiran unit layanan baru ini diarahkan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat Tapin dan sekitarnya terhadap layanan perbankan syariah yang lebih dekat dan mudah diakses.
Acara peresmian turut dihadiri Direktur Operasional Bank Kalsel Abdurrahim Fiqry, Kepala Divisi Usaha Syariah Izhar, jajaran Divisi Jaringan dan Pelayanan Cabang, serta pimpinan Bank Kalsel Cabang Rantau, Cabang Kandangan, dan Cabang Syariah Kandangan beserta manajemen terkait.
Bupati Tapin H. M. Yamani menilai kehadiran KCP Syariah Rantau mempertegas posisi Bank Kalsel sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam penguatan sistem keuangan daerah yang berbasis prinsip syariah. Menurutnya, perluasan jaringan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan.
“Kami menyambut baik peresmian KCP Syariah Bank Kalsel di Rantau. Layanan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Tapin terhadap akses perbankan yang sesuai prinsip syariah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ucap Yamani dalam keterangan resmi, Senin (22/12/2025).
Dari sisi perbankan, Direktur Operasional Bank Kalsel Abdurrahim Fiqry menegaskan pembukaan KCP Syariah Rantau merupakan bagian dari komitmen institusinya untuk mendukung program pembangunan daerah dan menyesuaikan layanan dengan dinamika kebutuhan masyarakat Tapin.
“Melalui kehadiran KCP Syariah Rantau, kami berkomitmen memberikan kemudahan akses layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah bagi masyarakat Kabupaten Tapin, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM dan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Fiqry.
(lam)