LANGIT7.ID - , Jakarta - Aktris Marshanda mengingatkan untuk tidak lakukan
self diagnosis karena bisa memperburuk kondisi kesehatan jiwa seseorang tersebut. Marshanda menyampaikan hal tersebut dalam sesi diskusi virtual live Instagram, "Self Awareness for Better Mental Health" pada Sabtu (9/10/2021).
"
Self diagnosis enggak boleh dilakukan, itu harus dilakukan oleh profesional," katanya.
Psikolog Universitas Indonesia Kasandra A. Putranto menjelaskan bahwa dengan mendiagnosa diri sendiri mengidap penyakit atau gangguan tertentu, misalnya depresi, merupakan sesuatu yang berbahaya karena menyebabkan kekhawatiran yang tidak perlu dan jika kekhawatiran memburuk maka dapat mengembangkan gangguan kecemasan.
Baca juga : Hati-hati, Waspadai Kesehatan Mental di Masa Pandemi Khususnya Penyintas COVID-19Di samping itu, dengan melakukan
self diagnosis juga membuat seseorang tidak mendapat penanganan yang tepat. Bahkan bisa memicu masalah lain yang lebih serius menjadi tidak terdiagnosis karena terlalu fokus pada penyakit atau gangguan yang belum tentu diderita.
Dalam bincang-bincang bersama psikolog Caca Tengker, Marshanda mengisahkan dia sudah didiagnosa bipolar sejak usia sekira 15 tahun. Sebelum mencapai usia itu, Marshanda mengaku kehidupannya baik-baik saja.
"Aku mulai modelling, syuting iklan dan fashion show di umur lima tahun , lalu umur 11 aku syuting 'Bidadari', aku tuh anak yang bahagia banget, aku cinta hidup, aku sangat suka syuting, suka sekolah," katanya.
"Suatu hari di usia 15 tahun, aku didiagnosa punya mental
illness dari psikiater.
What? Selama ini aku sudah perform di sekolah di syuting, aku bahagia, terus aku sakit jiwa?
It was shocking," kata Marshanda yang sempat menyangkal kondisinya sampai empat tahun setelah didiagnosa itu.
Baca juga : Berpelukan, Manfaatnya Besar bagi Kesehatan MentalSampai akhirnya dia berusia 17 tahun, Marshanda akhirnya memutuskan untuk mendapatkan bantuan dari profesional untuk mengatasi masalah kesehatan jiwanya.
"Setiap rencana Allah yang diberikan pada aku, Dia punya rencana besar, Dia menanamkan
challenge tapi
at the same time memberikan keberanian untuk
sharing, sekarang aku lihat banyak
conversation untuk membicarakan
mental health karena semua orang pasti punya tekanan, punya
pain tapi yang paling penting," kata Marshanda.
Sumber : Antaranews
(est)