Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 25 Juni 2026
home masjid detail berita

Jalan Keluar dari Labirin Madzi atau Dilema Suci Pelajar Beribadah

miftah yusufpati Jum'at, 26 Desember 2025 - 17:30 WIB
Jalan Keluar dari Labirin Madzi atau Dilema Suci Pelajar Beribadah
Gelombang rangsangan visual menguji konsistensi pemuda taat. Ilustrasi: AI

LANGIT7.ID- Bagi seorang pelajar sekolah lanjutan yang tengah mekar energinya, menjaga kesalehan di tengah gempuran visual bukanlah perkara sederhana. Dalam salah satu catatan tanya jawab yang dihimpun dalam buku Fatwa-fatwa Kontemporer terbitan Gema Insani Press, seorang pemuda mengisahkan kegelisahannya. Ia yang tekun beribadah justru terjebak dalam dilema fisik: mudah terangsang oleh pemandangan tertentu hingga harus berulang kali mandi dan mencuci pakaian dalam.

Kegelisahan sang pelajar ini mencerminkan apa yang dalam diskursus psikologi sering disebut sebagai konflik antara superego dan id. Di satu sisi ada keinginan kuat untuk menjaga kemurnian ritual, namun di sisi lain ada dorongan hormonal yang sulit dibendung. Menanggapi kegelisahan ini, Syaikh Yusuf Qardhawi tidak sekadar memberikan wejangan moralistik, melainkan pendekatan multidimensi yang progresif.

Langkah pertama yang disarankan Qardhawi justru bukan pendekatan ritual, melainkan pendekatan saintifik. Ia menganjurkan sang pemuda untuk menemui dokter spesialis. Saran ini sejalan dengan kaidah Al-Anbiya ayat 7, untuk bertanya kepada ahli pengetahuan. Dalam literatur sosiologi agama, langkah ini disebut sebagai desakralisasi masalah fungsional, di mana gejala biologis tidak melulu dipandang sebagai dosa, melainkan kondisi medis yang mungkin memiliki obat.

Secara teologis, Qardhawi menyitir prinsip preventif. Ia mengutip hikmah bahwa orang berakal adalah mereka yang pandai menyiasati kejelekan sebelum jatuh ke dalamnya. Dalam disiplin ushul fikih, ini dikenal sebagai saddu ad-dzari'ah atau menutup pintu menuju kerusakan. Dengan menjauhi lingkungan yang memicu rangsangan, seorang mukmin sedang mempraktikkan manajemen diri demi menjaga stabilitas mental dan spiritualnya.

Namun, bagian paling krusial dalam fatwa ini adalah dekonstruksi pemahaman sang pelajar mengenai najis dan kewajiban mandi. Qardhawi meluruskan bahwa cairan yang keluar akibat rangsangan tanpa disertai ejakulasi kuat dan kelesuan fisik kemungkinan besar adalah madzi, bukan mani. Mengacu pada hadis riwayat Sahl bin Hanif, Islam memberikan dispensasi atau rukhshah.

Berbeda dengan mani yang mewajibkan mandi besar (janabah), madzi hanya membatalkan wudu dan cukup dibersihkan dengan memercikkan air pada bagian pakaian yang terkena. Penjelasan ini merujuk pada buku-buku fikih klasik seperti Fiqh al-Sunnah karya Sayyid Sabiq yang menekankan bahwa agama hadir bukan untuk menyulitkan, melainkan untuk membersihkan.

Fatwa Qardhawi ini seolah menjadi oase bagi generasi muda yang sering merasa terbebani oleh standar puritanisme yang kaku. Dengan memisahkan antara respons biologis yang tidak disengaja dan tindakan yang disengaja, Islam memberikan ruang bagi penganutnya untuk tetap menjalankan ibadah tanpa harus merasa melarat karena beban fisik yang berlebihan. Ini adalah bentuk moderasi beragama yang meletakkan kemudahan di atas kesulitan, sesuai spirit Al-Maidah ayat 6.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 25 Juni 2026
Imsak
04:31
Shubuh
04:41
Dhuhur
11:59
Ashar
15:20
Maghrib
17:52
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan