Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 06 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Makna Kematian dan Kewajiban Memperlakukan Jenazah Keluarga dalam Islam

muhammad rifai akif Senin, 11 Oktober 2021 - 13:12 WIB
Makna Kematian dan Kewajiban Memperlakukan Jenazah Keluarga dalam Islam
Prosesi pemakaman muslim. Foto : LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Hidup hanyalah sementara, alam dunia bahkan diistilahkan dengan kegiatan berteduh untuk istirahat sejenak. Setelah itu, manusia akan berlanjut ke alam berikutnya.

Ustadz Muhammad Alwi Yusuf, yang sering disebut ustadz kembar menjelaskan hal ini kepada Langit7 pada Kamis (7/10/2021).

Menurut hadis, Rasulullah SAW pernah bersabda :

“Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya.” (HR. Ibnu Majah)

Disampaikan bahwa manusia hidup di dunia hanya sebagian fase kecil yang harus dilewati, karena sesungguhnya ada 5 fase yang dilewati oleh setiap manusia.

"Manusia itu melewati 5 alam; alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat. Hakikat kematian adalah melanjutkan kehidupan di alam selanjutnya" ujar Alwi yang memiliki saudara kembar ustadz Aldi.

Baca juga : Tata Cara Shalatkan Jenazah Pasien Covid-19 sesuai Syariat

Setiap muslim hendaknya harus meyakini bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan penghantar untuk kehidupan selanjutnya. Dalam rangka menghadapi kehidupan di alam selanjutnya, hendaknya setiap muslim menyiapkan bekal berupa amal yang banyak.

Ustadz Alwi menjelaskan, Allah SWT berfirman dalam ayat Alquran yang artinya "Dan bawalah bekal kalian, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa" (Q.S . Al Baqarah 187).

"Hanya orang-orang cerdas (berakal) sajalah yang akan memikirkan kehidupan akhirat dan akan beramal untuk kebahagiaan di akhirat kelak dengan tidak melupakan kebahagiaan dunia yang telah dianugerahkan kepadanya" (Q.S. Qashash: 77).

Selanjutnya, jika menemukan kematian, terutama orang yang dekat dan satu rumah. Apa yang harus dilakukan sebagai seorang muslim yang baik?.

1. Mengucapkan "Innalillahi Wa Inna ilaihi Raji'un"
Pertama-tama hendaknya mengucapkan kalimat yang baik untuk menghadapi musibah, yang merupakan potongan dari ayat Alquran.

"Muslim yang baik akan segera ucapkan Innalillahi wa inna ilaihi roji'un (QS. Al-Baqarah:156). Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali." kata Alwi.

2. Memandikan jenazah
Langkah selanjutnya adalah segera siapkan proses untuk pemandian jenazah. Pemandian jenazah alangkah baiknya dilakukan oleh anggota keluarga terdekat yang memahami ilmu tata cara memandikan jenazah.

"Yang memandikan paling bagus adalah anggota keluarga sendiri, karena setiap jenazah pasti memiliki aib, hendaknya aib tersebut hanya diketahui oleh anggota keluarga sendiri." jelas Alwi.

Jika yang meninggal orang tua, lebih baik anaknya yang memandikan. Hal ini sebagai bakti seorang anak kepada orang tua.

"Dulu waktu kecil kita dimandikan orang tua, saatnya gantian kita memandikan orang tua untuk momen terakhirnya," imbuhnya.

Pertama yang harus dilakukan adalah meletakkan kepala jenazah di tempat yang lebih tinggi. Pastikan orang yang memandikan jenazah memakai sarung tangan. Setelah itu, sediakan beberapa kain, agar saat mengusap satu bagian, kain yang lain tetap bisa menutup aurat jenazah. Bersihkan gigi, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiak, celah jari tangan, dan kaki serta rambutnya.

Langkah berikutnya, bersihkan kotoran jenazah. Caranya, tekan perutnya perlahan-lahan agar apa yang ada di dalamnya keluar. Kemudian siram atau basuh seluruh anggota tubuh jenazah dengan air sabun. Kemudian, siram dengan air yang bersih sambil membaca niat mandi jenazah.

Baca juga : Demi Kemanusiaan, 7 Perempuan Ini Gabung Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Miringkan jenazah ke kanan, basuh bagian lambung kirinya sebelah belakang. Setalah itu, siram dengan air bersih dari kepala hingga ujung kaki dan siram lagi dengan air kapur barus. Setelah itu diwudhukan seperti orang yang berwudhu sebelum sholat. Terakhir, berilah wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol sebelum dikafani.

3. Mengkafani jenazah
Selanjutnya, kewajiban muslim untuk menggugurkan haknya sebagai muslim terhadap jenazah adalah mengkafani.

"Mengkafani laki-laki dan perempuan itu berbeda lapisnya, laki-laki hanya 3 lapis, sedangkan perempuan bisa sampai 5 lapis." Terang Alwi Yusuf.

Alangkah baiknya jika yang meninggal orang tua adalah anaknya yang memakaikan kain kafannya. Sebaliknya, jika anak yang meninggal, orang tuanya yang mengkafankannya.

"Waktu kecil kita sering dipakaikan baju yang bagus sama orang tua, sekarang gantian, kita yang pakaikan baju untuk orang tua untuk terakhir kalinya." pesan Alwi Yusuf.

4. Menyolatkan jenazah
Kewajiban selanjutnya adalah menyolati jenazah dengan tata cara shalat jenazah, yaitu 4 takbir tanpa ruku' dan sujud.

Takbir yang pertama membaca surat Alfatihah. Takbir yang kedua membaca sholawat nabi seperti sholawat pada bacaan tahiyyat pada sholat wajib.
Sedangkan, takbir yang ketiga membaca doa Allahummaghfirla-hu warham-hu wa ‘aafi-hi wa’fu ‘an-hu wa akrim nuzula-hu, wa wassi’ madkhola-hu, waaghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal barodi wa naqqi-hi minal khothoyaa kamaa yunaqqots tsaubal abyadhu minad danaas, wa abdil-hu daaron khoirom min daari-hi, wa ahlan khoirom min ahli-hi, wa zawjan khoirom min zawji-hi, wa qihi fitnatal qobri wa ‘adzabian naar.

Takbir yang ke-empat membaca doa Allahumma laa tahrimna ajrahu wa laa taftinna ba'dahuu waghfir lanaa wa lahuu.

5. Menguburkan jenazah
Kewajiban selanjutnya adalah menguburkan jenazah. Menurut ustadz kembar ini, jenazah hendaknya dikuburkan segera, karena termasuk keutamaan dalam Islam, dan dimakamkan di tempat yang baik.

"Jenazah hendaknya segera dikubur, tidak berlama-lama. Hendaknya dikubur di tempat pemakaman khusus muslim." jelasnya.

Alwi menambahkan sunnah jenazah diazankan dan iqomat oleh keluarga terdekat. Selanjutnya anggota keluarga sebaiknya doakan kembali saat setelah selesai dikubur, dengan doa yang khusyuk.

Dari semua proses tersebut, sekali lagi dijelaskan oleh Ustadz Alwi, hendaknya dilakukan oleh anggota keluarga terdekat. Hal ini untuk menjaga jika ada aib dari yang meninggal tetap terjaga. Jika belum mengerti dengan baik prosesnya, maka belajar mulai sekarang.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 06 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)