LANGIT7.ID, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah Haji (DPP Ampuh) mengapresiasi Kementerian Luar Negeri RI beserta jajaran yang telah melakukan diplomasi yang intensif dengan pihak Arab Saudi. Diterimanya Nota Diplomatik Kemlu menjadi angin segar bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan seluruh jamaah Umrah di Tanah Air agar dapat segera melaksanakan ibadah Umrah.
"Bagi Jamaah Umrah agar tidak salah paham dengan pengumuman dari Kemenlu tersebut, bahwasanya Umrah belum dibuka hingga saat ini, namun Insya Allah dalam waktu dekat akan segera dibuka dengan adanya informasi Nota Diplomatik tersebut dan semoga dalam waktu dekat Umrah akan dibuka," kata Sekjen AMPUH Wawan Suhada dalam keterangannya, dikutip Ahad (10/10/2021).
Baca Juga: Umrah Dibuka Kembali, DPR Minta Syarat Kesehatan Diinfokan ke Calon JamaahMengenai ketentuan karantina lima hari, menurut Wawan menjadi sebuah tantangan bagi Pemerintah Indonesia agar dapat memenuhi standar ketentuan Menteri Kesehatan Arab Saudi, contohnya standarisasi Swab PCR, Sertifikat Vaksinasi dan Jenis Vaksin itu sendiri. "Semoga dengan disediakannya
booster Moderna, Pfizer, dan Astrazeneca dapat menghindari ketentuan karantina lima hari tersebut," ujarnya.
Senada, Ketum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M Nur mengucapkan terima kasih dan apresiasi untuk Menlu. "Apresiasi khusus kami untuk Bu Retno yang pada hari libur akhir pekan ini langsung menyampaikan kabar gembira kepada masyarakat. Beliau tidak menundanya hingga hari Senin lusa," katanya.
Baca Juga: Giliran MPR Minta Pemerintah Indonesia Lobi Saudi Beri Izin UmrahAMPHURI berharap hal-hal teknis yang masih jadi kendala antara kedua negara dapat segera disinkronkan dan diselesaikan secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Diharapkan juga kesiapan Pemerintah kita, dalam hal ini, seperti Kementerian Agama (Siskopatuh), Kemenkes dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk vaksin booster bila diperlukan, Ditjen Imigrasi dalam pelayanan paspor kepada calon jemaah, dan pihak-pihak terkait lainnya.
"Kepada pihak Penerbangan agar segera mempersiapkan diri untuk kembali menerbangkan jamaah ke Jeddah atau Madinah dan seluruh PPIU agar segera bersiap untuk kembali melayani umat Islam Indonesia," katanya.
Baca Juga:
Kemenag Optimistis Ummat Islam Bisa Berangkat Umrah Lagi Meski Pandemi
Ibadah Umrah di Masa Pandemi, Berikut Penjelasan Kemenag(asf)