Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 30 Januari 2026
home masjid detail berita

Syaban Sebagai Kamp Pelatihan Rohani: Menakar Persiapan Menuju Syahrul Quran

miftah yusufpati Rabu, 21 Januari 2026 - 16:00 WIB
Syaban Sebagai Kamp Pelatihan Rohani: Menakar Persiapan Menuju Syahrul Quran
Persiapan di bulan Syaban adalah bentuk penghormatan terhadap Ramadan itu sendiri. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Ramadan sering kali datang seperti tamu agung yang tiba-tiba mengetuk pintu. Bagi banyak orang, bulan suci itu dilewati dengan raga yang kaget dan jiwa yang belum panas. Namun, tradisi para pendahulu saleh menunjukkan sebuah pola yang berbeda. Sya’ban hadir bukan sekadar sebagai penanda kalender, melainkan sebuah masa latihan atau geladi resik yang menentukan kualitas ibadah sebulan penuh di masa depan.

Dalam nalar ibadah, puasa di bulan Sya’ban berfungsi sebagai instrumen adaptasi. Ia adalah latihan fisik dan mental agar seorang hamba tidak merasa terlalu berat atau sulit saat harus berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan. Seseorang yang telah terlatih berpuasa pada bulan Sya’ban diyakini akan mendapatkan kelezatan berpuasa lebih awal. Dengan begitu, ia akan menghadapi Ramadan bukan dengan beban kepayahan, melainkan dengan penuh semangat dan kekuatan yang sudah terkonsolidasi.

Karena Sya’ban merupakan langkah awal dalam menyongsong bulan Ramadan, maka hendaknya kaum muslimin mulai mengisi hari-hari ini dengan melatih diri dalam berbagai ketaatan. Targetnya jelas: agar jiwa benar-benar siap. Latihan ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari manajemen lapar melalui puasa sunnah, manajemen harta melalui sedekah, hingga manajemen waktu melalui interaksi intens dengan kitab suci.

Salah satu fenomena paling menarik dalam sejarah Sya’ban adalah julukannya sebagai Syahrul Qurra atau bulannya para pembaca Al-Qur-an. Salamah bin Kuhail Radhiyallahu anhu pernah berujar bahwa dahulu dikatakan Sya’ban adalah bulannya para qurraa. Pernyataan ini menunjukkan bahwa intensitas membaca Al-Qur-an sudah harus dinaikkan levelnya jauh sebelum satu Ramadan tiba. Sya’ban adalah waktu di mana ayat-ayat Tuhan mulai bergaung lebih sering di ruang-ruang privat.

Interpretasi mengenai persiapan ini terekam jelas dalam laku hidup para ulama terdahulu. Diriwayatkan dari Amr bin Qais al-Mula-i Radhiyallahu anhu, bahwa apabila bulan Sya’ban telah masuk, ia menunjukkan sebuah komitmen radikal: menutup tokonya. Ia memilih untuk memangkas urusan niaga duniawi dan meluangkan waktu khusus untuk membaca Al-Qur-an. Bagi para imam shalat lima waktu dan imam tarawih, Sya’ban adalah masa krusial untuk melakukan muraja’ah atau mengulang hafalan agar saat Ramadan tiba, mereka dapat memimpin dengan kemantapan hafalan yang prima.

Logika di balik kesibukan para ulama ini adalah efektivitas. Jika Ramadan adalah bulan Al-Qur-an, maka Sya’ban adalah masa penyetelan frekuensi. Tanpa latihan membaca dan merenungi maknanya sejak Sya’ban, seseorang akan sulit mencapai puncak kekhusyukan saat Ramadan yang penuh dengan godaan kantuk dan kelelahan fisik. Mereka meluangkan waktu sepenuhnya di bulan Sya’ban agar ketika memasuki Syahrul Qur’an, mereka sudah mampu membacanya siang dan malam hari tanpa hambatan teknis maupun psikologis.

Latihan di bulan Sya’ban ini juga mengandung pesan tentang konsistensi. Ketaatan tidak bisa dibangun secara instan. Kesalehan musiman yang hanya muncul saat Ramadan sering kali layu sebelum bulan suci itu berakhir. Sya’ban menawarkan transisi yang lembut, sebuah jembatan yang menghubungkan antara kehidupan biasa dengan ritme kehidupan surgawi di bulan Ramadan. Dengan mulai bersedekah dan berpuasa sejak sekarang, otot-otot spiritual kita sedang dibentuk agar kuat menopang beban ibadah yang lebih besar nantinya.

Pada akhirnya, persiapan di bulan Sya’ban adalah bentuk penghormatan terhadap Ramadan itu sendiri. Seorang hamba yang serius mengharapkan ampunan dan keberkahan Ramadan akan menyiapkan diri sebaik mungkin. Menutup toko kehidupan sejenak untuk membuka lembaran-lembaran kitab suci, sebagaimana dilakukan para ulama rahimahullah, adalah sebuah investasi ruhaniah yang tak ternilai harganya. Sya’ban adalah medan pembuktian: sejauh mana kita benar-benar merindukan Ramadan melalui tindakan nyata, bukan sekadar ucapan selamat di media sosial.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 30 Januari 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
12:09
Ashar
15:29
Maghrib
18:21
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan