LANGIT7.ID-, Depok -
Universitas Indonesia (UI) berhasil menduduki peringkat 200 besar kampus dunia. Capaian ini menjadi hadiah terindah bagi UI yang sedang memperingati
Dies Natalis ke-76 pada Senin (2/2/2026).
Rektor UI, Prof Heri Hermansyah dalam orasi ilmiah pada perayaan Dies Natalis ke-76 UI menyebutkan bahwa kampus yang ia pimpin menoreh pretasi dengan berada di top 200 kampus dunia. Namun begitu, ia juga menyatakan, mendapat tantangan dari
Presiden Prabowo Subianto untuk menaikkan
ranking menjadi top 100.
"Sepanjang 2025 UI mencatat sejumlah pencapaian penting sebagai hasil kerja sama kalangan civitas. UI memperkuat posisi di tingkat dunia dengan peningkatan peringkat hingga breaking top 200," kata Prof Heri dalam orasi ilmiah Dies Natalis UI ke-76 di Balai Sidang UI, Depok, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan bahwa capaian ini diapresiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Oktober 2025 lalu. Prof Heri pun lalu menyangkan video ucapan selamat dari Presiden.
"Kita berterima kasih dan mengucapkan selamat untuk pertama kalinya Universitas Indonesia tembus top 200 QS ranking. Tapi Mendiktisaintek Wamen, saya minta top 100. Bisa? bisa?," kata Prabowo dalam video tersebut.
Baca juga: 2.160 Calon Mahasiswa Lolos SNBP di Universitas Indonesia, Meningkat dari Tahun LaluBereaksi atas tantangan tersebut, Rektor UI menyatakan bahwa hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama.
"Seperti yang bapak-ibu dengarkan, kita mendapat pekerjaan rumah bersama. Jadi mari bersama-sama kita bawa UI masuk ke peringkat 100 top kampus dunia," tegasnya.
Prof Heri mengatakan, selama satu tahun dirinya menjabat sebagai Rektor UI, telah membawa UI ke arah lebih baik. Berdasarkan delapan indikator kinerja utama rektor terpenuhi, bahkan melebihi angka yang diharapkan.
"Universitas Indonesia terus mendorong penguatan ekosistem riset yang inovatif dan unggul melalui pembentukan kelompok riset, fasilitas hibah, pendampingan publikasi, serta dukungan digitalisasi," ungkap dia.
Selain itu, ada lebih dari 414 kelompok riset dan laboratorium telah terbentuk dan aktif dengan dana penelitian 368,30 miliar.
Baca juga: Presiden Prabowo Dorong Riset Kampus Jadi Mesin Hilirisasi dan Industri NasionalDalam hal publikasi hasil riset pun Heri mengklaim bahwa kini semakin berdampak dengan CiteScore meningkat dari 3,1 dan kini menjadi 3,9 per dosen. "Angka ini tertinggi sepanjang sejarah UI berdiri," ujar Heri.
Demikian pula pengakuan nasional dan global berdatangan bagi para periset UI. "Riset tidak berhenti pada publikasi tapi bergerak pada inovasi, hilirisasi dan dampak nyata bagi masyarakat," sambungnya.
(lsi)