LANGIT7.ID-, Jakarta - - Jalur
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) melihat semua mata pelajaran di rapor. Namun begitu, ada beberapa mata pelajaran pendukung jurusan yang dipilih, biasanya diberi bobot lebih besar, bahkan bisa mencapai 50% dari total penilaian.
Berikut ini contoh mata pelajaran pendukung
SNBP yang sering menjadi bahan pertimbangan untuk bisa lolos SNBP:
- Jurusan Kedokteran: Biologi dan Kimia
- Jurusan Ilmu Komputer: Matematika dan Fisika
- Jurusan Teknik: Fisika dan Matematika
- Jurusan Arsitektur: Matematika dan Fisika
- Jurusan Sains dan Teknologi (Saintek): Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi
- Jurusan Ekonomi dan Akuntansi: Matematika dan Ekonomi
- Jurusan Manajemen dan Bisnis: Matematika, Ekonomi, Sosiologi
- Jurusan Psikologi: Matematika dan Sosiologi
- Jurusan Hukum: Sosiologi dan Pendidikan Pancasila
- Jurusan Ilmu Sosial (Soshum): Sosiologi, Geografi, Sejarah Indonesia, dan Antropologi
- Jurusan Ilmu Komunikasi: Bahasa Indonesia dan Sosiologi
- Jurusan Pendidikan Guru SD: Bahasa Indonesia, Matematika, dan PPKn
Baca juga: Pendaftaran SNBP Telah Dibuka, Pahami Dulu Serba-serbi SNBP Ini Sebelum MendaftarTerkait dengan jurusan yang dipilih, siapa saja yang mendaftar SNBP dibolehkan memilih satu sampai dua jurusan di perguruan tinggi negeri tujuan. Mengutip laman SNPMB Kemdikbud, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan saat menentukan pilihan jurusan di jalur SNBP:
1. Jika memilih satu jurusan: Siswa bebas memilih PTN di provinsi mana pun, tanpa batasan lokasi sekolah asal.
2. Jika memilih dua jurusan: Salah satu jurusan wajib berada di PTN yang berada di provinsi yang sama dengan sekolah asal.
Sementara untuk pilihan jenis PTN, siswa bisa memilih program studi di PTN akademik, PTN vokasi, atau kombinasi keduanya. Namun khusus siswa dari Papua, salah satu jurusan harus berada di PTN yang berlokasi di wilayah Papua, meskipun siswa berasal dari provinsi lain.
Pendaftaran SNBP 2026 dibuka sejak 3 Februari 2026 hingga 18 Februari 2026 pukul 15.00 WIB, melalui laman
portal.snpmb.idBagi calon mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendaftaran SNBP dapat mengunduh Kartu Peserta SNBP pada 3 Februari-30 April 2026, pukul 15.00 WIB. Tautan untuk mengunduh, sama dengan tautan saat pendaftaran.
Apabila lulus SNBP, siswa bisa masuk PTN tanpa tes, fokus persiapan kuliah lebih awal, dan punya peluang lebih besar untuk diterima di jurusan impian.
Lalu bagaimana jika siswa lolos SNBP tapi tidak diambil?Apabila siswa sudah lulus SNBP tapi memilih tidak mengambilnya, maka ada konsekuensi atau sanksinya. Yaitu:
1. Tidak bisa ikut SNBT.
Siswa yang tidak mengambil kursi SNBP tidak diperbolehkan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di tahun yang sama.
2. Tidak bisa ikut seleksi mandiri.
Kesempatan untuk mendaftar jalur mandiri di PTN juga otomatis gugur jika kursi SNBP tidak diambil.
3. Kursi hangus.
Kursi SNBP yang ditinggalkan tidak akan diberikan ke siswa lain, sehingga kuota tersebut menjadi kosong.
(lsi)