Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home masjid detail berita

Hukum Menahan Kentut Saat Shalat, Sebaiknya Tak Dilakukan

ahmad zuhdi Rabu, 13 Oktober 2021 - 06:24 WIB
Hukum Menahan Kentut Saat Shalat, Sebaiknya Tak Dilakukan
Ilustrasi seorang muslimah mengalami kesakitan pada perutnya. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Shalat tidak dapat dilakukan oleh orang yang masih memiliki hadas. Yang dimaksud dengan hadats adalah sesuatu yang membatalkan wudhu, mandi, dan tayamum, misalnya buang angin atau kentut dan sebagainya.

Buang angin dalam istilah medis dikenal dengan istilah flatulensi. Flatulensi adalah keluarnya gas melalui anus atau dubur akibat akumulasi gas di dalam perut (terutama dari usus besar atau kolon). Peristiwa keluarnya gas yang biasa disebut kentut ini biasanya ditandai dengan rasa mulas di perut.

Baca Juga: Keutamaan Baca Yasin, Bermanfaat untuk Orang Sakaratul Maut

Dalam fiqih thaharah, hadas ada dua macam, yaitu hadas kecil dan besar. Yang termasuk hadats kecil adalah kentut, kencing, buang hajat, dan keluar madzi.

Hadas kecil dapat dibersihkan dengan wudhu. Sedangkan yang termasuk hadas besar adalah haid, nifas, jima', dan ihtilam (mimpi jima). Hadats besar hanya dapat dibersihkan dengan mandi. Jika dalam keadaan sakit atau bepergian dan tidak mendapatkan air, baik wudhu maupun mandi dapat diganti dengan tayamum.

Bagaimana jika dalam shalat kemudian kita mengalami hadats kecil, seperti kentut? Tentu saja hal tersebut dapat membatalkan shalat dan kita diperintahkan untuk berwudhu kemudian mengulangi kembali shalatnya. Sebagaimana hadits berikut:

“Rasulullah Saw telah bersabda, tidak diterima shalat orang yang berhadats hingga ia berwudhu. Seorang laki-laki dari Hadramaut berkata, Apakah hadats itu, wahai Abu Hurairah?' Ia menjawab, fusa' atau dhurath (kentut yang tidak bersuara atau kentut yang bersuara)." (HR Bukhari 1: 63 nomor 135).

Baca Juga: Masjid Bersejarah di Boyolali Peninggalan Pakubuwono X

Begitupun dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan:

“Rasulullah Saw. telah bersabda: Jika salah seorang di antara kamu kentut ketika shalat, hendaklah ia menghentikan shalatnya dan berwudhu, kemudian hendaklah ia mengulangi shalat itu." Dari Ali: Ia berkata, “Aku adalah seorang yang sering keluar madzi. Aku pernah menyuruh seseorang (Miqdad ibnu Al-Aswad) untuk bertanya kepada Nabi Saw karena kedudukan putri beliau (Siti Fatimah). Maka ia pun bertanya. Beliau menjawab: Berwudhulah kamu dan cucilah (bersihkanlah) zakar (kemaluan)-mu.”

Namun bagaimana jika menahan kentut dalam shalat? Tentu saja hal ini tidak membatalkan wudhu dan tidak membatalkan shalat, karena yang membatalkan wudhu dan shalat adalah kentut yang tidak bersuara (fusa') atau kentut yang bersuara (dhurath). JIka di antara kita mengalami salah satunya, maka hendaknya memberhentikan shalatnya dan berwudhu untuk kembali melanjutkan.

Namun dalam hal ini ulama berbeda pandangan, ada yang mengatakan menahan kentut saat shalat hukumnya makruh meskipun tidak membatalkan shalat, seperti M Quraish Shihab menyatakan, shalat seseorang yang menahan angin atau air kecil dan besar dinilai makruh oleh ulama, karena keadaan demikian pasti mengganggu konsentrasi dan kekhusyukannya.

Baca Juga: Tafsir Ayat Kursi, Kekuasaan Allah yang Tiada Banding

Selain itu, secara kesehatan juga tidak baik sering menahan kentut karena dapat menyebabkan masalah pada pencernaan seperti perut panas, kembung, dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Tidak hanya itu, menahan kentut dapat meningkatkan risiko penyakit divertikulitis.

Penyakit divertikulitis adalah gangguan pencernaan yang disebabkan adanya gangguan peradangan atau infeksi pada usus besar. Pada bagian pencernaan tubuh, usus besar merupakan bagian paling akhir dari pencernaan yang menyerap segala vitamin maupun nutrisi dari makanan yang kamu konsumsi.

Akibatnya, ketika usus besar mengalami peradangan atau infeksi penyerapan vitamin dan nutrisi terganggu. Pada penyakit divertikulitis, usus besar menjadi lemah pada beberapa bagian dan menyebabkan kantung-kantung yang kemerahan dan meradang.

Baca Juga: Bacaan Doa Pagi Hari, InsyaAllah Urusan Lancar Tanpa Kendala

Divertikulitis dapat menyerang siapa saja dengan beragam usia. Gejala saat terkena divertikulitis adalah kram dan rasa nyeri pada perut bagian bawah. Kamu juga mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit. Padahal kondisi sembelit dapat membahayakan kesehatan.

Kondisi sembelit dapat meningkatkan risiko wasir dan tumor usus. Jadi, ketika kamu menahan kentut, kamu memiliki risiko terhadap beberapa penyakit tersebut. Namun perlu diingat, bahwa penyakit divertikulitis tidak menular dan tidak meningkatkan risiko kanker.

*Dari berbagai sumber.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)