LANGIT7.ID - , Jakarta - Travel blogger Elena Nikolova membagikan pengalamannya akan perubahan positif dunia wisata muslim selama perjalanannya dalam 10 tahun terakhir.
Elena Nikolova adalah seorang wisatawan muslimah yang sering bepergian. Memiliki blog dan Instagram dengan nama muslim travel girl, dirinya mulai menceritakan pengalaman selama berwisata. Cerita ini dikutip dari kanal Youtube Ellie Quinn, traveller yang baru saja menjadi seorang mualaf.
Elena mengawali petualangan wisatanya saat berusia 23 tahun, sebelum dirinya memeluk agama Islam.
"Saya suka travelling dari usia saya 23 tahun. Saat itu tahun 2006, ketika saya masih belajar. Kemudian saya menjadi muslim pada tahun 2010, dan saya tetap melakukan traveling dengan hijab saya," ungkap Elena.
Diceritakan Elena bahwa berwisata menggunakan hijab 10 tahun lalu jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Dirasakan Elena, saat dirinya berwisata dengan hijab saat ini lebih baik dibanding tahun 2010, pertama kali dirinya berhijab.
"Saya melihat sendiri, selama 10 tahun terakhir milenial muslim berkembang. Mereka bekerja, memulai dengan lingkungan yang berbeda, menunjukkan tren yang berbeda," ujar Elena.
Baca juga : Titik Terang dari Arab Saudi bagi Pelaku Usaha Travel Umrah IndonesiaBanyak perubahan yang dirasakan perempuan yang sudah menikah dan memiliki satu anak ini, dalam 10 tahun terakhir.
"Banyak yang berubah dalam 10 tahun terakhir, tidak seperti saat saya baru memeluk Islam. Di bandara atau tempat-tempat umum saya seperti sendirian." ceritanya pada Ellie melalui komunikasi virtual.
Elena pun merasakan jika dahulu ketika berpergian banyak yang melihatnya seolah-olah aneh atau dianggap tidak normal.
"Dulu lebih banyak pertanyaan dan tepukan tentang hijab yang saya kenakan. Sepuluh tahun lalu dunia tidak diatur untuk menerima wisatawan muslim" tambahnya.
Namun sekarang, sudah jauh berbeda, dunia seolah-olah sudah menerima keberadaan muslimah di tempat umum seperti di bandara, stasiun, terminal dan lain-lain.
"Saat ini orang menganggap ini normal, dan mereka memahami hijab. Alhamdulillah." syukur Elena
Elena yang sering bepergian melihat persis perubahan positif ini dan bagaimana perlakuan orang-orang terhadap wisatawan perempuan muslim yang berhijab.
"10-20 tahun yang lalu mungkin wanita dalam sebuah keluarga pernah memiliki pengalaman buruk di masa lalu jika bepergian terutama ke negara mayoritas non muslim. Tetapi sekarang kondisinya sudah jauh berbeda." ujar Elena seraya meyakinkan.
Media sosial telah membantu meningkatkan keamanan dalam perjalanan dan meyakinkan orang tua di rumah yang masih memikirkan kondisinya seperti 10 tahun yang lalu.
Baca juga : Dukung Potensi Wisata Halal, Pemprov Jateng Minta SDM Kuasai Bahasa ArabWisatawan muslim milenial banyak yang ingin menjelajah dunia. Namun, banyak diantara mereka yang bertanya kepada Elena, bagaimana berwisata tapi aman untuk muslim khususnya perempuan?
![Muslim Traveler Elena Nikolova Ajak Wisatawan Muslim Ramaikan Wisata di Negara Non Muslim]()
"Untungnya sekarang ada lebih banyak bantuan bagi wanita untuk bepergian menggunakan grup di internet dan grup tur wisata." Jawab Elena.
Jadi buat muslimah yang ingin bepergian, Anda bisa mencoba mencari informasi di internet terlebih dahulu melalui blog misalnya. Agar Anda tidak merasa sendirian. Karena banyak saudara sesama muslim yang akan membantu.
"Saat ini perjalanan berbeda dibandingkan saat para orang tua menjalaninya, saat ini lebih menyenangkan. Maka segeralah bepergian, jangan ditunda-tunda." Ujar Elena dengan semangat.
Elena sangat senang jika semakin banyak wisatawan muslim yang bepergian.
"Karena semakin banyak turis muslim yang berwisata, maka akan semakin banyak juga kuliner halal di luar sana." terang Elena.
Tidak hanya menyarankan untuk berwisata, Elena juga berharap agar para turis muslim berwisata ke negara-negara non-muslim.
"Tren-nya (saat ini) adalah wisatawan muslim bepergian ke negara-negara muslim."
Elena ingin persepsi itu dirubah. Ia mengaku sering mengkampanyekan agar para muslimah bisa meramaikan dunia wisata internasional di negara-negara non muslim.
"Dengan banyak kunjungan wisata dari turis muslim kita berharap semoga negara-negara non-muslim akan lebih memanfaatkan industri wisata halal." ucap Elena.
Ditanya mengenai masalah makanan dan masjid jika di negara non muslim, Elena menjelaskan bahwa ia tidak pernah mengalami kesulitan.
"Alhamdulillah saya vegetarian, jadi tidak sulit untuk mencari makanan halal," ucap Elena.
"Untuk masjid, itulah kemudahan seorang muslim, bisa sholat di mana saja jika tidak menemukan masjid." Terangnya.'
Pesan yang ingin disampaikan oleh Elena adalah jangan terlalu banyak berpikir masalah makanan halal atau masjid. Hal ini jangan jadi batasan untuk muslim akhirnya menunda melakukan penjelajahan.
(est)