LANGIT7.ID-Jakarta; Kebutuhan mendesak rakyat di Gaza akan bantuan nyata dan infrastruktur menjadi poin utama dalam pertemuan perdamaian antara Kedutaan Besar Palestina dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Mr. Abdalfatah A.K. Alsattari, menemui pimpinan MUI di Jakarta Pusat belum lama ini, guna memperkokoh kerja sama kemanusiaan dan hubungan bilateral.
Wasekjen MUI yang membidangi Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI), Safira Mahrusah, mengungkapkan bahwa pemulihan kesejahteraan dasar kini menjadi prioritas bagi warga Palestina. Hal ini mencakup kebutuhan pangan hingga sarana transportasi.
"Sekarang ini yang diharapkan dari masyarakat Palestina mereka itu bisa sejahtera dulu, artinya dalam hal soal ketersediaan transportasi, kemudian ketersediaan infrastruktur, dan juga soal konsumsi makan dan sebagainya," ujar dia dalam keterangannya, dikutip Kamis (26/2/2026).
Safira juga menambahkan bahwa konsistensi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi.
"Beliau menyampaikan bahwa secara pribadi dan masyarakat Palestina sangat senang dengan keberpihakan Indonesia selama ini terhadap Palestina dan perjuangannya untuk mencapai kemerdekaan," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, menjelaskan bahwa kunjungan perdana Dubes Palestina yang baru menjabat ini secara khusus menyasar MUI karena lembaga tersebut dikenal vokal dalam memperjuangkan hak-hak Palestina.
"Beliau datang kesini untuk silaturahim memperkuat hubungan kita yang baik tentu di awali dengan berdo'a tentu mudah-mudaahaan negara Indonesia dan Palestina mendapatkan rahmat serta inayah dari Allah SWT," ujar kiai Cholil.
Menurut Cholil, kedatangan Dubes Alsattari bertujuan untuk membangun koordinasi yang lebih erat.
"Memang hal yang utama yang diinginkan yaitu silaturahim ke MUI dan karna sering mendengar MUI perannya kepeduliannya terhadap Palestina dan kemerdekaan Palestina," tegasnya.
Mengenai program bantuan pemerintah Indonesia termasuk keterlibatan dalam BOP di Gaza, pihak Palestina memandang langkah tersebut sebagai tindakan yang penuh keberanian dan pertimbangan matang.
"Beliau secara hubungan antar negara sangat menghormati atas keputusan negara Indonesia itu adalah keputusan yang sudah di pikiran mendalam oleh presiden, pemerintah Indonesia pasti yang terbaik dan menurut beliau ini adalah keputusan yang sangat berani ingin bekerja secara nyata untuk kebaikan di Palestina terutama di Gaza," jelas dia.
Kondisi krisis di Gaza yang sangat memprihatinkan membuat bantuan dari pihak manapun menjadi sangat krusial saat ini.
"Nah menurut beliau Gaza tidak punya hak untuk menolak karna sekarang membutuhkan bantuan," ungkapnya.
