LANGIT7.ID-, Teheran - Militer Iran melancarkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat (AS) dengan menyerang kapal induk mereka, Abraham Lincoln di Teluk, Minggu (1/3).
Serangan Iran tersebut menyusul setelah serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2), waktu setempat.
"Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media lokal, dikutip AFP, Senin (2/3/2026).
Disebutkan juga bahwa daratan dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris.
Namun hal itu dibantah Pentagon, dengan mengatakan rudal tersebut tak mengenai sasaran. "Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran," kata Komando Pusat AS di platform X.
Baca juga: Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Berjanji Akan Balas Dendam ke AS dan IsraelSementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataannya menyebut tiga anggota militer AS telah tewas dan lima lainnya luka parah dalam perang dengan Iran. Tapi tak ada detail jelas bagaimana atau di mana korban jiwa tersebut.
"Tiga anggota militer AS telah tewas dalam pertempuran dan lima lainnya terluka parah sebagai bagian dari Operasi Epic Fury. Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak, dan sedang dalam proses kembali bertugas," katanya.
"Operasi tempur utama terus berlanjut dan upaya respons kami sedang berlangsung. Situasinya dinamis, jadi untuk menghormati keluarga, kami akan menahan informasi tambahan, termasuk identitas prajurit kami yang gugur, hingga 24 jam setelah kerabat terdekat diberitahu," tambahnya.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pada hari Minggu bahwa sembilan kapal Angkatan Laut Iran telah dihancurkan dan ditenggelamkan sebagai bagian dari perang gabungan Amerika-Israel melawan Iran.
"Saya baru saja diberitahu bahwa kami telah menghancurkan dan menenggelamkan 9 kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting," tulis Trump dalam sebuah unggahan di X, mengutip Military Times, Senin (2/3/2026).
Baca juga: Iran Pasca Khamenei, Pembentukan Dewan Darurat dan Teka-Teki Suksesi Pemimpin TertinggiTrump menambahkan bahwa markas besar Angkatan Laut Iran sebagian besar telah dihancurkan dalam serangan yang berbeda. "Kami akan mengejar sisanya-Mereka akan segera mengapung di dasar laut juga!" tulis Trump.
Pejabat Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan pada Minggu pagi bahwa sebuah korvet kelas Jamaran Iran dihantam oleh pasukan AS pada awal Operation Epic Fury.
"Kapal tersebut saat ini sedang tenggelam ke dasar Teluk Oman di dermaga Chah Bahar," bunyi pernyataan CENTCOM. "Seperti yang dikatakan presiden, anggota angkatan bersenjata Iran, IRGC, dan polisi 'harus meletakkan senjata Anda'. Tinggalkan kapal," tambah CENTCOM.
(lsi)