Kajian Ngabuburit: Hakikat Harta Menurut Ustaz Taufiqurrahman, Disimpan Jadi Warisan, Disedekahkan Jadi Penolong Abadi
nabilSenin, 02 Maret 2026 - 17:10 WIB
Ustaz Taufiqurrahman memberikan tausiyah soal makna sedekah yang sebenarnya bagi umat Islam di Event Kuliner Takjil SPARK, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026). (Dok: Nabil/Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Manusia sering kali berlomba-lomba mengumpulkan harta benda sebagai jaminan masa depan di dunia. Namun, esensi kekayaan dalam kacamata Islam ternyata jauh lebih mendalam dari sekadar nominal saldo di rekening atau aset yang menumpuk.
Realita spiritual ini dikupas tuntas oleh Ustaz Taufiqurrahman S.Q., penceramah kondang yang akrab disapa Ustaz Pantun. Tampil mengisi kajian jelang berbuka di Event Kuliner Takjil terbesar se-Asia Tenggara, Senayan Park (SPARK), Jakarta Pusat, beliau memberikan teguran halus namun menohok mengenai nasib akhir dari harta manusia.
Di hadapan para pengunjung, Ustaz Taufiqurrahman mengingatkan bahwa kekayaan yang dikejar mati-matian pada akhirnya hanya akan bermuara pada tiga kondisi pasti. Harta yang dinikmati untuk makan akan habis menjadi kotoran, sedangkan harta yang ditahan karena enggan berbagi hanya akan ditinggalkan di dunia.
"Yang kau makan sudah pasti akan jadi kotoran. Yang kau simpan, pelit berbagi, pelit sedekah, kau meninggal dunia, pasti akan jadi warisan. Tapi yang langgeng, abadi, sepanjang zaman, adalah yang telah kau infakkan dan sedekahkan," tegas Ustaz Taufiqurrahman, dikutip Senin (2/3/2026).
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa satu-satunya harta yang benar-benar menjadi hak milik kita adalah harta yang disalurkan ke jalan kebaikan, seperti menyantuni anak yatim atau berbagi makanan berbuka. Harta inilah yang akan berubah menjadi pahala abadi dan setia menemani pemiliknya hingga ke alam barzakh.
Ustaz Pantun juga menepis kekhawatiran logis manusia yang kerap takut miskin karena memberi. Ia menegaskan bahwa bersedekah, terlebih di bulan suci Ramadan, tidak akan pernah membawa seseorang pada kebangkrutan. Justru, melalui sedekah, Allah SWT menjanjikan keberkahan dan harta yang terus bertambah.
Menutup tausiyah yang menyentuh hati nurani tersebut, Ustaz Taufiqurrahman tak lupa memberikan kesimpulan manis melalui pantun penutup khasnya yang sarat akan makna.
"Pergi mendaki berjalan kaki, gelap gulita dikhawatirkan. Harta hakiki yang kita miliki, adalah yang telah kita infakkan," pungkasnya.