LANGIT7.ID-, New York - Aksi protes besar-besaran menentang pemerintahan
Donald Trump berlangsung di berbagai kota di
Amerika Serikat (AS) terjadi pada Sabtu (28/3) lalu. Diperkirakan lebih dari delapan juta orang bergabung dalam aksi bertajuk "
No Kings" tersebut.
Aksi unjuk rasa "No Kings" ini tercatat sudah berlangsung untuk yang ketiga kalinya.
Para demonstran memprotes kebijakan yang diberlakukan oleh Trump, termasuk hal-hal seperti perang Iran, penegakan hukum imigrasi, dan meningkatnya biaya hidup.
![Demo Besar-besaran Menentang Trump Diikuti Jutaan Orang di Berbagai Kota di Amerika]()
(Getty Images via BBC)
"Trump ingin memerintah kita sebagai seorang tiran. Tetapi ini Amerika, dan kekuasaan adalah milik rakyat-bukan milik calon raja atau kroni miliarder mereka," kata penyelenggara melansir BBC, Senin (30/3/2026).
Seorang juru bicara Gedung Putih menyebut protes tersebut sebagai "Sesi Terapi Gangguan Trump", dan mengatakan bahwa satu-satunya orang yang peduli "adalah para reporter yang dibayar untuk meliputnya".
BBC sendiri tidak dapat memverifikasi angka kehadiran yang dilaporkan oleh penyelenggara. Aksi protes "No Kings" sebelumnya juga diperkirakan dihadiri jutaan orang.
Sepanjang hari Sabtu, demonstrasi berlangsung di hampir setiap kota besar di AS. Kerumunan juga berkumpul di kota-kota kecil di seluruh negeri, bahkan di luar AS, seperti Paris dan London.
![Demo Besar-besaran Menentang Trump Diikuti Jutaan Orang di Berbagai Kota di Amerika]()
(Getty Images via BBC)
Baca juga: Jutaan Orang di AS Bergabung dalam Aksi No Kings, Menentang Kebijakan TrumpAksi unjuk rasa memenuhi jalan-jalan di pusat kota Washington DC sepanjang sore, dengan banyak orang berbaris melalui ibu kota negara. Para pengunjuk rasa berbaris di tangga Monumen Lincoln dan memadati National Mall.
Seperti pada aksi No Kings sebelumnya, para demonstran mengangkat patung tiruan Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan pejabat lain di pemerintahan, menyerukan pemecatan dan penangkapan mereka.
Salah satu aksi protes utama "No Kings" berlangsung di Minnesota, tempat dua warga negara Amerika -Renee Nicole Good dan Alex Pretti- dibunuh oleh agen imigrasi federal pada bulan Januari lalu. Kematian mereka memicu kemarahan dan protes nasional terhadap taktik imigrasi pemerintahan Trump.
![Demo Besar-besaran Menentang Trump Diikuti Jutaan Orang di Berbagai Kota di Amerika]()
(Para pengunjuk rasa berbaris melintasi jembatan dari Arlington, Virginia menuju Washington DC. Sumber: Getty Images via BBC)
Ribuan orang memadati jalanan pada hari Sabtu dengan membawa spanduk dan sejumlah tokoh Demokrat terkemuka juga naik panggung di luar gedung Capitol Negara Bagian di St. Paul.
Bruce Springsteen juga naik panggung dan membawakan lagu anti-penegakan imigrasinya yang berjudul, "Streets of Minneapolis".
Sementara itu, ribuan orang juga memadati Times Square di New York City, berpawai melalui kawasan Midtown Manhattan. Polisi harus menutup jalan-jalan yang biasanya ramai untuk memberi jalan bagi kerumunan massa.
Baca juga: Kian Meluas, Aksi Protes Bertajuk No Kings Bakal Digelar di Hampir 2.000 Lokasi di ASAktor dan sutradara Robert De Niro turut ambil bagian dalam aksi protes di New York City. Ia berucap kepada Tom Brook dari BBC bahwa ia merasa sangat penting untuk turun ke jalan dan memprotes Trump.
"Saya pikir semakin banyak orang mulai melihat bahwa dengan orang ini, keadaannya semakin buruk setiap hari," kata De Niro tentang Trump. "Sekarang kita berada dalam perang. Hal berikutnya yang akan dia lakukan adalah mengerahkan pasukan. Dia gila."
![Demo Besar-besaran Menentang Trump Diikuti Jutaan Orang di Berbagai Kota di Amerika]()
(Aksi demo di New York. Sumber: Getty Images via bbc)
De Niro menambahkan: "Sesederhana itu, dan kita harus melawannya, melawan rezimnya, melawannya dengan segala cara. Kita hanya perlu berjuang, Anda tahu, secara damai, tetapi kita harus melawan. Kita harus. Kita tidak punya pilihan."
Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, Trump telah memperluas cakupan kekuasaan presiden, menggunakan perintah eksekutif untuk membubarkan sebagian pemerintah federal dan mengerahkan pasukan Garda Nasional ke kota-kota AS meskipun ada keberatan dari gubernur negara bagian. (*/lsi/bbc)
(lsi)