Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Kementerian Agama: Ziswaf Bantu Warga Terdampak Pandemi

Muhajirin Kamis, 15 Juli 2021 - 08:29 WIB
Kementerian Agama: Ziswaf Bantu Warga Terdampak Pandemi
Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf) sangat membantu masyarakat terdampak Covid-19. Foto: BMI
LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi, mengatakan peran Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf) sangat membantu masyarakat terdampak Covid-19. Terutama masyarakat dari kelas ekonomi menengah ke bawah.

Dia menyebut pandemi berdampak besar terhadap masyarakat. Banyak aspek kehidupan terdampak seperti kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian. Pandemi bisa menyumbang angka kemisikinan di Indonesia. Maka itu, masyarakat dengan penghasilan harian dan tidak punya tabungan harus diselamatkan dari tubir jurang kemiskinan dan frustasi sosial.

"Peran Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf) yang dikelola secara terlembaga oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) di samping membantu darurat medis, diharapkan secara maksimal membantu rakyat kecil agar bisa memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga daya beli yang tertekan akibat Pandemi Covid-19," kata Zainut di Jakarta, dikutip dari laman Kemenag, Kamis (15/7/2021).

Untuk mendukung program stimulus ekonomi serta Jaring Pengaman Sosial yang disiapkan pemerintah, Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembayaran dan Pendistribusian Zakat Sebagai Jaring Pengaman Sosial Dalam Kondisi Darurat Kesehatan Covid-19.

Surat Edaran itu di antaranya mengimbau Baznas dan LAZ memprioritaskan pendistribusian dana zakat, infak dan sedekah secara langsung untuk meringankan beban hidup, menjamin kebutuhan pokok dan menjaga daya beli warga masyarakat lapisan bawah. Zainut mencontohkan rumah rumah tangga miskin, pekerja harian di sektor informal, dan kaum ekonomi lemah lainnya yang termasuk kategori kelompok rentan dan mustahik zakat.

"Pendistribusian Ziswaf harus dilakukan dengan prosedur pelayanan yang cepat, mudah dan aman serta sesuai ketentuan agama,"kata dia.

Dalam situasi dan kondisi apapun, kesadaran berinfak harus ditumbuhkan dan diperkuat di kalangan umat Islam sebagai manifestasi dari spirit rahmatan lil 'alamin. Apalagi, kata dia, potensi pengumpulan zakat secara nasional yang mencapai Rp233 triliun per tahun, baru bisa direalisasikan hingga kini sekitar Rp10 triliun. Sedangkan potensi dana wakaf Rp180 T dan berdasarkan data BWI, pengumpulan wakaf uang baru mencapai Rp819,36 miliar.

Zainut yakin Gerakan Ziswaf yang massif dan inklusif bisa menjadi salah satu instrumen untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi. Ziswaf mendorong agar harta mengalir dan tidak menumpuk, serta ekonomi masyarakat tumbuh secara sehat dan adil.

"Di sinilah kontribusi Ziswaf dalam arus baru ekonomi Indonesia dan pembangunan kemanusiaan yang perlu dikawal bersama. Semakin besar dana Ziswaf yang dihimpun dan disalurkan sesuai dengan peruntukannya, semakin besar kemaslahatan yang dapat dihadirkan kepada umat dan bangsa kita, termasuk untuk pembangunan sumberdaya manusia melalui jalur pendidikan agama dan keagamaan, pondok pesantren dan sebagainya," ucapnya.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)