LANGIT7.ID, Cirebon - Ketua Bidang Humas Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren, KH Faris El-Haq Fuad Hasyim, meminta seluruh wali santri tidak mengunjungi pondok selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal itu guna menjaga kesehatan dan kemaslahatan bersama, mengingat beberapa pekan terakhir penyebaran kasus Covid-19 sangat massif.
"Demi menjaga kesehatan bersama, demi kebaikan bersama, dan demi kemaslahatan bersama, kami pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pondok Pesantren, terutama bidang kepesantrenan, mengimbau kepada seluruh wali santri Pondok Buntet Pesantren untuk tidak menjenguk putra-putri Anda terlebih dahulu sampai masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dicanangkan oleh pemerintah berakhir," kata KH Faris Elt-Haq Fuad Hasyim melalui media sosial resmi Buntet Pesantren, dilansir dari laman NU Online, Kamis (15/7/2021).
Ketua Bidang Pesantren, Kiai Mohammad Lutfi Yusuf NZ, menjelaskan, keputusan itu merupakan ikhtiar untuk memutus mata-rantai penularan corona. Keputusan itu juga merupakan upaya menjaga para kiai, santri, dan masyarakat Buntet Pesantren dari penularan virus. Sebab, menjaga diri juga bagian dari ajaran agama.
“Perlu diperhatikan bahwa keputusan ini juga bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan guru-guru kita, para kiai dan nyai, khususnya dan santri serta masyarakat Buntet Pesantren pada umumnya,” kata dia.
Kiai Lutfi menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap langkah pemerintah menanggulangi corona. Maka itu, dia meminta kerja sama dan kesabaran para orang tua santri agar tidak berkunjung untuk sementara waktu. Kondisi yang tidak kondusif perlu disikapi dengan hati-hati.
Namun Kiai Lutfi paham psikologis orang tua yang terpisah jauh dari anak. Maka itu, guna mengobati rindu, para wali dipersilahkan menghubungi mereka melalui sambungan telekomunikasi yang telah disediakan pengurus atau ponsel pribadi putra-putrinya saat hari libur pengajian dan sekolah.
“Bagi wali santri yang berkomunikasi dengan putra-putrinya dapat melalui ponsel,” kata Kiai Lutfi.
(jqf)