Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 10 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengerikan, Ini Akibat dari Jarang Mencuci Sisir dan Kuas Makeup

muhammad rifai akif Kamis, 21 Oktober 2021 - 08:18 WIB
Mengerikan, Ini Akibat dari Jarang Mencuci Sisir dan Kuas Makeup
Sisir dan kuas makeup yang kotor berpengaruh pada kesehatan kulit dan rambut. Foto : LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Seberapa sering Anda meluangkan waktu untuk mencuci sisir dan kuas makeup secara teratur?

Melansir dari Livestrong, hasil jajak pendapat Harris pada Mei 2015 silam menunjukkan sebanyak 22 persen orang tidak pernah membersihkan kuas makeup dan 39 persen responden lainnya hanya mencuci dengan sabun kurang dari sebulan sekali.

Padahal dengan tidak mencuci sisir dan kuas makeup berpengaruh pada kesehatan seperti mengalami kerontokan atau berjerawat. Nah, berikut beberapa hal yang akan Anda dapatkan jika tak mencuci sisir dan kuas makeup secara rutin.

Jerawat
Menurut pendiri dan direktur medis Skin Wellness Dermatology di Birmingham, Alabama dan asisten klinis profesor dermatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Alabama Corey L. Hartman, MD, kuas makeup harus dalam kondisi bersih dan sesteril mungkin saat digunakan.

Baca juga : 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Memicu Jerawat Tumbuh

"Sikat yang tidak dicuci bisa mengumpulkan kotoran, debu, sel kulit mati, sisa riasan, hingga minyak berlebih dari kulit Anda," jelasnya.

Saat disapukan ke wajah, semua yang ada di kuas makeup akan berpindah ke wajah hingga bisa mengakibatkan penyumbatan pori-pori kulit wajah hingga menyebabkan munculnya jerawat.

Bukan itu saja, dengan kotoran yang ada di kuas makeup itu sama saja Anda mengundang bakteri datang.

"Tanpa kita sadar, bakteri jadi lebih mudah masuk terlebih jika Anda menyimpan kuas makeup di area lembab seperti kamar mandi. Pori-pori jadi menyediakan tempat untuk bakteri ini bertahan," tambah Hartman.

Infeksi kulit
Menyapu kulit wajah dengan kuas makeup yang kotor sama saja dengan membuka pintu infeksi. Terlebih jika Anda mengalami abrasi mikro seperti adanya goresan di wajah, bibir pecah-pecah atau luka akibat waxing.

Karenanya sangat penting mencuci kuas riasan secara teratur.

"Mata Anda menuju langsung ke otak. Sehingga berpotensi mendapat infeksi sistemik yang serius jika Anda menggunakan kuas riasan yang kotor di sekitar mata." tambah Hartman.

Seperti kasus yang dialami seorang wanita di Australia yang lumpuh karena akibat infeksi staph, tertular MRSA karena menggunakan kuas riasan milik temannya. Model Anthea Page pun dikabarkan juga mendapat infeksi staph di matanya akibat kuas riasan yang kotor. Perlu diketahui, penyakit herpes, radang, dan konjungtivitas bisa juga ditularkan dari alat-alat kecantikan.

Riasan wajah jadi tidak bagus
Kotoran yang menempel pada kuas riasan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, hingga riasan pun jadi tidak teraplikasi dengan baik pada wajah.

"Akibatnya, riasan tidak akan dapat menempel dengan efektif," kata Hartman.

Riasan malah terlihat menggumpal dan tidak tertata secara halus.

Munculnya ketombe
Saat Anda menyisir rambut, apapun yang tertinggal di helai rambut akan berpindah ke sisir. Bayangkan bila yang tertinggal di rambut adalah residu dari shampo, lemak, keringat, debu, hingga kulit mati dari kulit kepala Anda. Setiap Anda menyisir, tumpukan kotoran tersebut berpindah kembali.

Baca juga : Rambut Rontok, Tambah 6 Asupan Nutrisi Ini dalam Menu Harian

"Mirip dengan penggunaan kuas riasan yang kotor, hanya saja untuk ini ditambah rambut jadi kusut saat disisir, dan bisa jadi pemicu masalah lainnya," kata Hartman yang mencatat kita kehilangan rambut 25-100 helai per hari.

"Tumpukan lilin pada sisir membuat rambut dan kulit kepala jadi lebih bermintak, sehingga bisa memicu munculnya jamur atau ragi,"

"Penumpukan lilin pada bulu dan rambut yang menempel membuat rambut dan kulit kepala Anda lebih berminyak, yang dapat memicu pertumbuhan berlebih dari ragi alami."

Ditambahkan Hartman, ragi tersebut sebagai penyebab dermatitis seboroik yaitu peradangan yang mengakibatkan ruam, gatal, dan bersisik di kulit kepala. Terlebih lagi, jika Anda memiliki tekstur rambut yang sulit untuk dikeramas setiap hari. Maka risiko terkena dermatitis seboroik semakin besar.

Rambut rontok
"Dermatitis seboroik menimbulkan rasa gatal, karenanya ada keinginan untuk menggaruk kulit kepala, sehingga kulit menjadi radang. Nah, ini yang menyebabkan rambut rontok. Dan kulit yang meradang tidak bisa menghasilkan rambut," kata Hartman.

Saat menggaruk kepala pun Anda berisiko mengalami luka garukan atau jaringan
parut. Studi PLOS One, Mei 2019 lalu menunjukkan bahwa menggaruk dapat merusak folikel rambut, menghambat pertumbuhan rambut dan kerontokan.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 10 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)