LANGIT7.ID - , Jakarta - Yayasan Syekh Ali Jaber menerima cindera mata berupa 1.000 Alquran dan terjemahannya juga perlengkapan shalat sebagai penghargaan khusus untuk mendiang Syekh Ali Jaber, di acara Silet Award 20210, Kamis (21/10/2021).
Iskandar Yusuf Anwar sebagai perwakilan dari almarhum Syekh Ali Jaber mengungkapkan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi masyarakat Indonesia terhadap sosok Syekh Ali Jaber.
"Terimakasih kepada masyarakat Indonesia atas apresiasinya, dari sejak beliau (Alm. Syekh Ali Jaber) masih ada hingga beliau tiada." ujar pria yang akrab disapa Iskandar.
"Kami menerima cindera mata yang menjadi cindera hati untuk Syekh Ali Jaber, semoga ilmu dan amal Soleh nya tetap hidup bersama kita semua." imbuhnya saat menerima penghargaan di panggung.
Baca juga : Pesan Gus Mus untuk Santri: Ingat Jati Diri dan Miliki Ruh DakwahDihubungi secara terpisah oleh Langit7 pada Jumat (22/10), Iskandar mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk perhatian masyarakat terhadap pendakwah yang meninggal 14 Januari 2021,
"Alhamdulillah dapat apresiasi dari masyarakat Indonesia melalui Silet Award 2021, dan mendapatkan hadiah berupa 1000 Al-Quran yang ada terjemahannya, perlengkapan ibadah berupa mukena, sarung dan sajadah untuk yayasan." Ungkapnya.
Ternyata ada satu hal lagi yang sebetulnya ingin disampaikan Iskandar dalam acara tadi malam, pesan yang juga selalu disampaikan oleh almarhum setiap mengisi dakwahnya, yaitu terkait Al-Quran.
"Ada satu pesan lagi cuma waktunya hanya 30 detik pas di panggung, jadi blm tersampaikan, yaitu melestarikan Al-Quran dan mengamalkan akhlak Al-Quran." Pesan Iskandar.
Sebagaimana diketahui bersama, Syekh Ali Jaber semasa hidupnya dekat dengan Al-Quran, almarhum pernah jadi juri Hafiz Cilik di salah satu stasiun televisi swasta dan pernah menginisiasi pengadaan Quran Braille untuk orang-orang penderita tuna netra.
"Tahun 2020 sebelum beliau wafat, beliau sudah menyelesaikan 1.000 titik safari dakwah, sampai ke penjuru nusantara. Dan sudah mendirikan 100 Markaz Mahir Quran Syekh Ali Jaber." Jelasnya.
Perlu diketahui, program pemberdayaan Al-Quran dan dakwah masih tetap berlanjut sampai hari ini di Yayasan Syekh Ali Jaber, walaupun sepeninggal Syekh Ali Jaber.
"Semua program Syekh Ali Jaber semasa hidupnya, masih tetap berjalan, seperti Wakaf Quran Braille, Mencetak Penghafal Al-Quran, dan dakwah yang dilanjutkan oleh saudara-saudara almarhum," ujar Iskandar.
Baca juga : Wamenag: Dakwah Harus Dilakukan Persuasif, Bukan SporadisYayasan Syekh Ali Jaber merupakan sebuah lembaga resmi yang bergerak di bidang pendidikan khusus Al-Quran dan Hadits bersanad.
Yayasan yang berdiri sejak tahun 2013 ini juga menjadi wadah aktifitas dakwah dan kegiatan sosial Syekh Ali Jaber bersama saudara-saudaranya dan Syekh dari Arab Saudi, Yaman, Mesir, dan Indonesia.
(est)