LANGIT7.ID-, Jakarta - - Peneliti dan
pengamat kebijakan publik, Ah Maftuchan, mengingatkan pentingnya langkah antisipatif
praktik politik uang menjelang
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Menurut Maftuchan, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini agar proses pemilihan kepemimpinan di tubuh NU berlangsung secara jujur, adil, dan menjunjung tinggi integritas organisasi.
Baca juga: Jelang Muktamar NU 2026, Delapan Figur Masuk Bursa Calon Ketua Umum PBNUSalah satu langkah yang dinilai efektif ialah memastikan seluruh kebutuhan peserta muktamar dipenuhi oleh panitia atau Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (
PBNU). Dengan begitu, para peserta tidak memiliki ketergantungan kepada pihak tertentu yang berpotensi memengaruhi pilihan politik mereka.
"Terkait dengan potensi
politik uang di dalam muktamar, ini sesuatu yang harus kita cegah sejak awal," kata Maftuchan, dikutip dari NU Online pada Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, PBNU perlu menjamin seluruh kebutuhan peserta selama mengikuti muktamar, mulai dari biaya perjalanan menuju lokasi dan kembali ke daerah asal, akomodasi, konsumsi, hingga
uang saku apabila memungkinkan.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan tersebut bisa menjadi strategi untuk menutup celah munculnya praktik politik uang.
Maftuchan menilai, praktik transaksional kerap terjadi ketika peserta harus mencari dukungan pembiayaan dari pihak lain. Karena itu, dukungan penuh dari panitia diharapkan mampu menjaga independensi peserta dalam menggunakan hak pilihnya.
Baca juga: PBNU Bantah Isu Penyanderaan SK PCNU dan PWNU Jelang Muktamar ke-35Selain dukungan teknis, ia juga menekankan pentingnya penguatan aspek moral. Maftuchan mendorong PBNU bersama Rais Aam, jajaran Tanfidziyah, dan para kiai sepuh untuk menyerukan komitmen bersama kepada seluruh kandidat Ketua Umum PBNU maupun peserta muktamar agar tidak terlibat dalam praktik politik uang selama proses pemilihan.
"PBNU, Rais Aam, Tanfidziyah, dan kiai-kiai sepuh perlu memberikan semacam seruan moral kepada seluruh kandidat ketua umum dan kepada seluruh peserta muktamar yang mempunyai hak pilih dan mempunyai hak untuk dipilih agar meninggalkan praktik politik uang di dalam mencari dukungan atau suara," ujarnya.
Menurut Maftuchan, perpaduan antara kesiapan teknis panitia dan komitmen moral para pemimpin NU akan menjadi fondasi penting dalam menjaga marwah Muktamar Ke-35 NU.
(est)