LANGIT7.ID, Jakarta,- - Viral sebuah merek
minuman keras (miras), Newport memberikan tantangan
(challenge) hafalan Qur'an berhadiah sebotol miras. Promo minuman beralkohol (minol) tersebut dilakukan saat
konser musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara pada Ahad (10/8/2026) lalu.
Dalam video yang beredar di platform Threads, brand miras tersebut membagikan
tantangan bagi pengunjung yang hafal
surah Ad-Dhuha dengan imbalan produk mereka.
Rekaman video memperlihatkan seorang pengunjung yang terlihat membacakan ayat demi ayat dari
surah Ad-Dhuha di hadapan pengunjung lain. Penonton lain langsung menyoraki saat pengunjung tersebut menyelesaikan surah Al-Qur'an itu.
Baca juga: MUI Kecam Gimik Promosi Miras Berhadiah Hafalan Al-Qur'an: Langgar Agama, Moral, dan HukumPengunjung yang dapat menyelesaikan tantangan kemudian diberi imbalan sebotol miras.
Aksi promosi tersebut langsung mendapat kecaman publik karena dinilai melukai umat Islam. Selain itu, aksi pembacaan ayat suci Al-Qur'an demi sebotol miras dianggap telah menodai nilai-nilai keagamaan.
Menanggapi hal tersebut, pihak penyelenggara festival, The Sounds Project mengeluarkan pernyataan resmi dengan mengecam aksi tersebut. Mereka menambahkan bahwa pihaknya tidak membenarkan perilaku yang menjadi agama sebagai bahan promosi produk dalam bentuk apapun.
"Kami tidak pernah dan tidak akan pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tulis pernyataan resmi akun @thesoundsproject.
Dalam pernyataannya, The Sounds Project telah mengambil langkah tegas dengan menegus pihak sponsor dan meminta untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas.
"Kami melakukan pengawalan ketat agar pihak sponsor segera mengidentifikasi pihak-pihak yag terlibat langsung pada insiden tersebut untuk dapat dipertanggungjawabkan secara penuh," lanjut penyelenggara.
Baca juga: Arab Saudi Perluas Akses Toko Miras untuk Non-Muslim TajirDi akhir unggahannya, pihak penyelenggara mengaku melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi dalam penyelenggaraan acara berikutnya.
"Rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens adalah nilai yang kami pegang teguh sebagai penyelenggara dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut," pungkasnya.
(est)