Langit7, Yogyakarta - Potensi domba, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta terbukti cukup menjanjikan. Setidaknya, tidak kurang dari 500-600 ekor domba yang disembelih untuk kebutuhan konsumsi per harinya.
Peluang itu dimanfaatkan oleh Taufiq Mawwadani, yang secara langsung terjun ke dunia peternakan domba. Hal itu dilakukan tidak lain untuk turut meramaikan pasar tersebut.
"Saya berpikir cukup bisa menggaet 5-10 persen dari pasar harian tersebut. Artinya antara 25-50 ekor per hari itu sudah capaian yang luar biasa," ujarnya dikanal Youtube DNTrust.
Baca juga: Sukses Kembangkan Usaha hingga Punya 15 Cabang dengan Sistem Syirkah![Tulus dalam Beternak, Kini Punya 500 Ekor Domba]()
Muslim kelahiran Madiun ini merintis usaha peternakan dombanya sejak pindah ke Yogyakarta pada 2015 silam. Ia mengawali peternakannya dengan sederhana.
Menurutnya, potensi usaha domba menjadi salah satu yang cukup menjanjikan. Selain itu, ia juga mampu memberikan dampak positif dari peternakan dombanya kepada banyak masyarakat.
"Selain dampak langsung ke peternakan, kita juga bisa memanfaatkan pupuk dan lain sebagainya. Juga kami biasa ikut program tebar hewan kurban, yang hasilnya dibagikan oleh banyak orang dan ke wilayah yang memang membutuhkan hewan kurban, karena mungkin di sana kurbannya sedikit," jelasnya.
Baca juga: Expo 2020 Dubai Jadi Ajang Kukuhkan Industri Halal IndonesiaNiat tulus menebar kebermanfaatan itulah yang akhirnya menjadikan peternakan Taufiq berkembang cukup pesat. Dari yang awalnya berkisar 30-40 ekor populasi domba, kini ia telah memiliki lebih dari 500 ekor.
![Tulus dalam Beternak, Kini Punya 500 Ekor Domba]()
Bahkan, lanjut dia, jika ditotal secara keseluruhan bersama para mitranya, setidaknya terdapat lebih dari 2.000 ekor yang dipeliharanya. Walaupun begitu, ia mengaku masih belum mampu mencukupi kebutuhan domba sembelihan secara lokal di Yogyakarta.
"Setelah kami analisa, dalam beternak kita juga membutuhkan hasil yang sifatnya harian, bulanan, dan tahunan. Sebagai sumber pendapatan harian, kami manfaatkan susu domba," ujarnya.
Baca juga: PLN Kejar Target Dekarbonisasi 117 Juta Ton CO2 sampai dengan 2025Untuk bulanan, lanjut Taufiq, ia memanfaatkan dombanya untuk penggemukan. Sementara untuk tahunan, ia melakukan proses breeding domba di peternakannya.
Bahkan, ia juga tengah menargetkan peternakannya untuk dijadikan sebagai pusat edukasi. Menurutnya, dengan bersinergi bersama dengan para peternak lainnya dapat mengembangkan sektor peternakan menjadi lebih kuat.
"Kita bisa berjaya dan sukses lewat berjamaah, sehingga mari kita bergandengan tangan untuk saling bekerjasama, saling mengisi, dan belajar," imbuhnya.
(zul)