LANGIT7.ID, Jakarta - Keutamaan shalat dhuha diketahui untuk meminta rezeki. Padahal ibadah yang dikerjakan saat pagi hingga awal siang hari ini tujuannya mendekatkan diri ke Allah.
Sebelum membahas keutamaan shalat dhuha, perlu diketahui bahwa shalat secara etimologi berarti doa. Namun secara terminologi, shalat ialah ibadah yang dimulai dari takbir dan diakhiri dengan salam.
Bila shalat erat kaitannya dengan doa, artinya di dalam ibadah ini tentu banyak bacaan, bahkan perbuatan yang memiliki makna bermunajat kepada Allah dengan memuji dan merendahkan diri di hadapan-Nya.
Terlepas dari jenis shalat, baik itu shalat fardhu maupun shalat sunah, pada hakikatnya shalat bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Jika seorang hamba dekat dengan Allah, doanya tentu akan dikabulkan.
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran." (QS Al-Baqarah: 186).
Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat dipahami bahwa tidak ada shalat yang khusus untuk meminta rezeki, termasuk shalat dhuha. Namun demikian, hal itu tidak mengurangi kedudukan shalat dhuha sebagai suatu ibadah sunah.
Adapun waktu terbaik shalat sunnah berdasarkan hadist dari Zaid bin Arqam, dia melihat sekelompok orang melaksanakan shalat dhuha, lantas mengatakannya: "Mereka mungkin tidak mengetahui bahwa selain waktu yang mereka kerjakan saat ini, ada yang lebih utama. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "(Waktu terbaik) sholat awwabin (shalat dhuha) yaitu ketika anak unta merasakan terik matahari."
Kapan waktu terbaik mengerjakan shalat dhuha? Sebagian ummat Islam tidak tahu pasti, lalu untuk amannya mereka menjalankannya sekitar pukul 07.00 - 10.00.
LHal yang perlu diketahui yakni saat matahari naik setelah satu tombak bayang-bayang hingga sebelum tergelincir atau sebelum istiwa (tepat di atas langit).
(bal)