LANGIT7.ID-, New York - Delegasi Indonesia termasuk dalam rombongan yang bersama-sama melakukan aksi
walk out saat
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan memulai pidato di
Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam sebuah rekaman video yang beredar, tampak puluhan delegasi dari berbagai negara yang hadir dalam Sidang Umum PBB memilih
walk out alias keluar ruangan, sesaat sebelum Netanyahu memulai pidatonya. Tak terkecuali delegasi Indonesia, terlihat tiga orang delegasi Indonesia bergabung dengan yang lainnya untuk
walk out.
Sementara itu, delegasi lainnya yang memilih tetap di ruangan bertepuk tangan dan menyerukan "Am Yisrael Chai" atau "bangsa Israel hidup", sebagai bentuk dukungan bagi perdana menteri.
Menyaksikan hal tersebut Netanyahu justru "menyerang" delegasi-delegasi tersebut dengan menyebut mereka sebagai "pengecut secara moral," seraya meminta siapa pun yang memiliki pandangan serupa untuk keluar sebelum ia mulai berbicara.
Dalam pidatonya pada Kamis (24/9) itu, Netanyahu tampak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerang pihak-pihak yang mengkritiknya maupun sekutunya, dan kehadirannya memicu kegaduhan di ruang sidang.
Ia juga menyerang Wali Kota New York Zohran Mamdani, para pengkritik, dan pimpinan Iran, serta negara-negara sekutu seperti Inggris, Turki, dan Prancis.
Baca juga: Puluhan Delegasi Walk Out Begitu Netanyahu Memulai Pidato di Sidang PBBNetanyahu juga menyinggung perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada bulan Februari, dengan mengatakan: "Menghancurkan fasilitas nuklir Iran itu sulit, sangat sulit untuk dilakukan."
"Namun bagi saya, itu adalah salah satu keputusan termudah yang pernah saya ambil sebagai perdana menteri," tambahnya, seraya menegaskan bahwa jika ia tidak melakukannya, "kita semua akan mati."
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB pada hari Rabu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga membahas masalah nuklir tersebut dan menyoroti adanya "standar ganda".
"Senjata nuklir ada di Israel, tetapi para inspektur berada di Iran. Israel melakukan pembunuhan, namun Iran yang dikenai sanksi," ujar Pezeshkian.
Bukan yang PertamaBukan kali pertama Netanyahu menghadapi aksi
walk out. Hal serupa ia rasakan pada pertemuan puncak tahunan para pemimpin dunia PBB tahun lalu.
Pidato tahun ini disampaikan saat ia bersiap menghadapi pemilihan umum di Israel, di tengah meningkatnya isolasi dari komunitas internasional.
Baca juga: Prancis Sindir AS di Rapat PBB Sama Dengan Negara Otoriter, Tak Tahan Malu Akhirnya AS Walk OutKekerasan yang terus berlanjut di Gaza serta meningkatnya serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina telah dikecam oleh berbagai pembicara dalam pertemuan puncak tersebut. Para pemimpin Eropa baru-baru ini menjatuhkan sanksi terkait permukiman Israel menyusul lonjakan tajam kekerasan oleh pemukim di Tepi Barat.
Netanyahu menuduh para pemimpin tersebut "memilih untuk tunduk pada kelompok massa antisemit". "Banyak pihak di dunia bebas merasa takut untuk membela kebebasan," ujarnya. (*/lsi/abcnet/aljazeera)
(lsi)