Langit7, Bogor - Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cigombong merupakan wadah edukasi pertanian dan peternakan yang diinisiasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
Di sini, TTP Cigombong mulai menarik kembali kaum emak-emak untuk bekerja mengolah berbagai peluang yang ada di sektor pertanian.
"Rata-rata di sini mereka tadinya banyak sekali yang bekerja di pabrik. Sehingga saya ingin sekali mengajak ibu-ibu disini untuk kembali ke fitrahnya sebagai seorang perempuan dan memberikan alternatif dalam budi daya pertanian secara organik," ujar Manager TTP Cigombong, Dede Zaenab dikutip dari kanal YouTube Kementerian Pertanian RI.
Baca juga: Suku Bunga Acuan Bebas Resiko Perkuat Industri Keuangan Syariah![TTP Cigombong, Sukses Berdayakan Emak-emak Kembangkan Sektor Pertanian]()
Di TTP Cigombong ini, kata dia, disediakan berbagai demplot, baik pertanian atau peternakan yang bisa diakses langsung oleh petani dan peternak.
Berada di kaki Gunung Salak, tepatnya di desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, masyarakat di lingkungan TTP Cigombong didominasi oleh pekerjaan yang bersinggungan langsung dengan sektor pertanian.
Untuk itu, Zaenab berupaya untuk menyediakan fasilitas pertanian yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan penghasilan masyarakat Cigombong.
"Jadi ibu-ibu di sini yang punya keinginan untuk memanfaatkan lahan pekarangan kita berikan pelatihan. Mulai dari pelatihan penyemaian, pengolahan pupuk, budi daya tanaman, sampai ke pascapanen," jelasnya.
Baca juga: Niat Berbagi Manfaat, Lulusan Pesantren Ini Sukses Ekspor Batu AlamDengan menggunakan sistem
vertical garden, ibu-ibu hanya perlu mengelola tanaman yang sudah difasilitasi oleh TTP. Selain itu, perawatannya pun dilakukan dengan cara organik, sehingga menghasilkan sayuran yang lebih sehat.
![TTP Cigombong, Sukses Berdayakan Emak-emak Kembangkan Sektor Pertanian]()
Selain memberdayakan ibu-ibu di bidang budi daya tanaman organik secara vertikultur, TTP Cigombong juga melakukan pemberdayaan masyarakat di sektor peternakan, khususnya ayam kampung.
"Ayam kampung dari segi harga itu relatif stabil, juga dari kemudahan budi dayanya karena ayam kampung lebih tahan terhadap penyakit," jelasnya.
Melalui pemberdayaan TTP Cigombong ini, Zaenab berharap dapat berkontribusi memajukan masyarakat setempat. Untuk itu, ia mengajak para milenial juga turut memperhatikan masyarakat di daerahnya masing-masing agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Jadi buat teman-teman milenial, menjadj kebanggaan tersendiri ketika kita bisa berkontribusi untuk masyarakat yang ada di sekitar. Tidak usah jauh-jauh mencari pekerjaan yang lain, sementara di sekeliling kita banyak sekali yang bisa kita," tambahnya.
(zul)