Langit7, Jakarta - Ternak bebek pedaging saat ini menjadi kegiatan yang dipilih oleh sebagian masyarakat. Hal itu dikarenakan keuntungan dari hasil penjualannya yang menjanjikan.
Apalagi, daging bebek cukup digemari oleh masyarakat secara luas. Sehingga permintaan pasarnya yang masih cukup stabil.
Baca juga: Maqashid Syariah, Nilai Islam yang Diterapkan Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi NasionalHal itulah yang dimanfaatkan oleh Haji Ubaidillah untuk beternak bebek pedaging di daerahnya, Bogor. Ia mengaku termotivasi untuk beternak bebek karena sering menonton Youtube.
"Dari situ saya tertarik dan melakukan uji coba, dan ternyata Alhamdulillah pertumbuhan bebek yang ada di sini sehat-sehat," ujarnya dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga: 93 Tahun Sumpah Pemuda, Anak Muda harus Kuasai Perekonomian DigitalIa mengaku menggunakan sistem darat dan kolam dalam peternakannya. Sebab, kehidupan bebek yang memang tidak bisa lepas dari air.
Untuk menjaga bobot yang sesuai pasaran, ketersediaan pakan juga perlu diperhatikan. Selain itu, memelihara dengan sistem koloni juga dapat membuat pertumbuhan bebek lebih cepat.
"Kalau sudah dua bulan dan siap dipasarkan, rata-rata kami biasa memasarkannya berkisar Rp35-40 ribu per kilo. Di mana-mana daging bebek mahal, karena memang rasanya lebih enak daripada ayam," jelasnya.
Baca juga: Kerjasama Blue Ekonomi Indonesia-Swedia Sumber Pertumbuhuan Ekonomi BaruMenurutnya, seorang pengusaha perlu istikamah untuk bisa mendapatkan kesuksesan. Seperti dia yang memutuskan menjadi peternak bebek pedaging karena isu pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga selesai.
"Sudah dua tahun saya enggak punya kegiatan, supaya ada kegiatan dan kesibukan, maka saya putuskan ternak bebek supaya badan dan pikiran sehat," tambahnya.
(zul)