LANGIT7.ID - Bipolar disorder dan kepribadian ganda merupakan penyakit mental (
mental illnes) yang berbeda namun sulit dibedakan. Banyak orang menganggap dua jenis penyakit ini sama sebab, dua penyakit itu memiliki ciri-ciri yang hampir mirip.
Bipolar merupakan gangguan kepribadian. Pengidap bipolar bisa merasakan sedih hingga depresi, bahkan kebahagiaan yang ekstrem. Pengidap bipolar tidak memiliki permasalahan pada identitas diri, seperti pengidap kepribadian ganda. Pada kodisi ini, pengidap bipolar akan tetap menjadi dirinya sendiri, meski mengalami permasalahan dalam mengelola perubahan emosi yang terjadi secara drastis.
Ketika merasa sedih atau depresi, pengidap bipolar merasakan keinginan bunuh diri, merasa putus asa, sulit berkonsentrasi, serta perasaan bersalah. Sedangkan, saat bahagia, gejala yang muncul adalah merasa bersemangat, muncul rasa percaya diri yang berlebihan, serta menurunnya keinginan untuk tidur.
Sementara kepribadian ganda merupakan gangguan pada seseorang, ketika memiliki dua kepribadian atau lebih. Perbedaan kepribadian ini akan mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku yang muncul pada waktu yang berbeda. Pengidap kondisi akan memiliki gangguan kesadaran, ingatan, serta identitas diri.
Penyebab Bipolar dan Kepribadian GandaMengutip laman halodoc, gangguan bipolar terjadi karena ada faktor genetik, faktor lingkungan, dan zat kimia pada otak. Belum ada penemuan yang menjelaskan penyebab pasti kelainan mental tersebut. Sejauh ini, bipolar terjadi karena ada ketidakseimbangan pada senyawa yang berfungsi mengendalikan otak.
Ada beberapa pemicu bipolar seperti pernah mengalami kekerasan fisik, seksual, atau emosi; pernah merasakan kehilangan dan kesedihan yang amat mendalam; dan pernah merasakan kehilangan orang terkasih seperti putus dari pasangan.
Sedangkan kepribadian ganda terjadi karena ada masalah identitas diri sendiri. Para ilmuwan menyebut, hal yang menjadi faktor utama kondisi ini adalah peristiwa traumatis yang pernah dialami pada masa lalu. dalam menghadapi peristiwa traumatis itu, pengidap membentuk identitas atau kepribadian laun sebagai bentuk pertahanan diri.
Biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan untuk menyeimbangkan zat kimia dalam otak untuk menstabilkan suasana hati bagi pengidap bipolar. Sedangkan pengidap kepribadian ganda, terapi merupakan pengobatan yang dianjurkan. Terapi akan mengajari pengidap untuk menghadapi trauma yang dialami secara sehat. Selain terapi, pemberian obat-obatan juga diperlukan untuk mengatasi gangguan mental yang berkaitan dengan kepribadian ganda.
(jqf)