LANGIT7.ID - , - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa orang dapat menerima vaksin
booster yang berbeda dari vaksin yang ia terima sebelumnya.
Jadi, seseorang yang pernah mendapatkan vaksin Pfizer beberapa bulan sebelumnya, bisa mendapatkan vaksin lain sebagai
booster dari Moderna atau Johnson & Johnson selama memenuhi syarat dari petugas kesehatan.
FDA tidak mengatakan kombinasi tertentu menjadi yang terbaik atau mengatakan satu jenis vaksin lebih kuat daripada vaksin lainnya.
Juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga memberikan dukungannya untuk mencampur vaksin primer dengan dosis
booster yang berbeda.
Baca juga : Tiga Vaksin COVID-19 Ini Tunjukkan Respon Imun Kuat hingga 8 Bulan Tanpa BoosterData boleh mengkombinasi vaksinDilansir dari Wall Street Journal, Kamis (4/11/2021), National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat, telah melakukan penelitian terhadap 458 orang yang sudah menguji kombinasi vaksin antara Pfizer, Moderna, dan J&J. Penelitian dilakukan setelah 15-29 hari setelah pemakaian
booster.
Hasil studi ini menemukan bahwa menggunakan vaksin
booster yang berbeda itu aman, dan tetap bisa meningkatkan kadar antibodi apa pun kombinasinya.
Seorang peneliti vaksin NIH yang bekerja di Vanderbilt University Medical Center, Prof. Kathryn Edwards mengatakan, "Saya tidak berpikir ada yang kalah di sini. Apakah Anda mendapatkan vaksin yang sama atau yang berbeda, itu tetap akan meningkatkan respons kekebalan Anda.”
Selanjutnya, Kirsten Lyke, profesor kedokteran di Pusat Pengembangan Vaksin dan Kesehatan Global di University of Maryland, yang juga ketua bersama penelitian NIH terkait kombinasi vaksin, menerangkan hasil studinya.
Orang-orang dengan tingkat antibodi tertinggi secara keseluruhan adalah mereka yang menerima vaksin Moderna untuk dua dosis pertama dan Moderna sebagai
booster.
Berikutnya adalah orang-orang yang mendapatkan vaksin Pfizer dan booster Moderna, disusul oleh Moderna dan
booster Pfizer.
Satu kombinasi memberikan dorongan antibodi yang jauh lebih rendah daripada yang lain: suntikan J&J satu dosis asli diikuti oleh suntikan J&J lainnya, hanya meningkatkan antibodi empat kali lipat. Sebagai perbandingan, suntikan J&J asli diikuti oleh
booster Moderna meningkatkan antibodi 76 kali lipat, sementara
booster Pfizer-BioNTech meningkatkannya 35 kali lipat.
Antibodi bukan satu-satunya cara tubuh melawan virus. Vaksin J&J menghasilkan respons sel-T yang kuat, bagian dari sistem kekebalan yang dapat membunuh sel yang terinfeksi virus dan memainkan peran utama dalam mencegah penyakit serius, seperti virus Covid-19.
"Studi NIH sedang menunggu data tentang respons sel-T untuk berbagai kombinasi vaksin," kata Dr. Lyke.
"Itu adalah studi laboratorium yang melihat respon antibodi, tidak melihat keefektifan dari waktu ke waktu, jadi akan sangat sulit untuk membuat rekomendasi berdasarkan keefektifan,” kata Leana Wen, dokter dan profesor kesehatan masyarakat di Universitas George Washington di Washington yang menjadi bagian dalam penelitian ini.
Siapa saja yang harus mendapatkan booster?FDA mengeluarkan aturan setiap jenis vaksin resmi sekarang harus memiliki suntikan booster. Selain itu, setiap orang dewasa yang mendapat vaksin tunggal J&J dapat memperoleh
booster dari Pfizer, Moderna atau J&J setidaknya dua bulan setelah di vaksin.
Kemudian orang yang awalnya menerima vaksinasi Pfizer atau Moderna bisa mendapatkan
booster apa pun setidaknya enam bulan setelah dosis kedua mereka.
Baca juga : Pemberian Vaksin Booster untuk Umum Masih Jadi RencanaBooster disarankan bagi mereka para manula atau orang yang berisiko tinggi karena memiliki catatan kesehatan yang buruk.
Booster juga disarankan bagi mereka yang memiliki gangguan kekebalan.
Dr. Lyke mengatakan bahwa mencampur salah satu dari tiga vaksin yang disetujui AS itu aman. "Orang dengan pertimbangan kesehatan khusus bebas membuat pilihan terbaik untuk diri mereka sendiri." ujar Lyke.
(est)