Langit7, Jakarta - Inovasi dapat menghantarkan seseorang kepada kesuksesan. Apalagi, jika hal itu menjawab segala kebutuhan masyarakat.
Seperti Hendra Kurnia yang memberikan terobosan terhadap sektor pertanian di ibu kota. Ia tergerak untuk menghadirkan sayur-sayuran sehat yang bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.
Duta Pertanian Perkotaan Provinsi DKI Jakarta itu bekerja sama dengan pemilik lahan di tengah kota untuk disulap menjadi pusat eduwisata pertanian.
"Awal bertani sebenarnya hanya iseng. Saya hanya ingin makan sayuran sehat. Jadi saya ciptakan di depan rumah sebuah tempat untuk hidroponik," jelasnya dikutip dari kanal Youtube Kementerian Pertanian RI.
Baca juga: Di KTT COP26, Momentum PLN Tunjukkan Program Dekarbonisasi RI ke Mata DuniaDari situ, ia mulai "meracuni" seluruh masyarakat yang ada di sekitar lingkungannya. Lambat laun seluruh masyarakat mulai mengembangkan pertanian di perkotaan dengan sistem hidroponik.
Bahkan, kini kegiatan pertanian di lingkungannya itu telah menjadi prgoram unggulan dari Dinas Pertanian DKI. Selain itu, ia dan masyarakat di lingkungannya juga menjadikan suasana hijau yang bersih dan sehat lewat pertaniannya.
"Rumah Tani Harmani juga menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat yang ingin mulai bercocok tanam di rumah mereka. Kita sudah punya beberapa contoh green house dari yang mini sampai industri," jelasnya.
![Berawal dari Iseng, Kini Sukses Kembangkan Pertanian di Ibu Kota]()
Menurutnya, sistem hidroponik relatif lebih mudah dilakukan. Selain itu, dengan sistem pertanian ini juga bisa lebih hemat lahan, apalagi mengingat ibu kota yang cukup padat.
"Jadi konsep kita adalah konsep pertanian perkotaan. Kalau konsep biasanya membutuhkan lahan luas, dalam hidroponik kita bisa mainkan seluruh ruang untuk bertani," jelasnya.
Baca juga: Maruf Amin Dorong Peningkatan Layanan Publik Demi Kemajuan Dunia UsahaSementara itu, Hendra menyebutkan bahwa pertanian perkotaan ini juga memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Apalagi, urban farming seperti ini juga bisa dijadikan sebagai penghasilan tambahan bagi masyarakat.
"Sawi itu biasanya 500 gram kurang lebih Rp20 ribuan. Nah kalau satu orang ada 100 pohon bisa dihitung Rp20.000 kali 100, itulah omzetnya, cukup lumayan besar. Sebenarnya urban farming ini berpotensi cukup menjanjikan untuk menambah penghasilan," tambahnya.
(zul)