LANGIT7.ID - - Pemain sinetron Hanna Kirana yang berperan sebagai Zahra dalam Sinetron Suara Hati Istri di Indosiar meninggal dunia pada Selasa (2/11/2021). Hanna meninggal setelah mengeluh sakit di dadanya.
“Info dari ayahnya, Hanna gagal jantung. Dia sebenarnya sakit, tapi enggak pernah beritahu orang tua," tutur Icha kerabat dekat Hanna.
Artis cantik kelahiran 23 April 2003 ini meninggal dalam usia yang terbilang sangat muda yaitu 18 tahun.
“
Allahummaghfir laha warham ha wa’afi ha wa’fu anha. Alfatihah untuk Hanna Anissa Setiadi,” tulis Citra Kirana yang merupakan kakak sepupu dari Hanna Kirana dalam akun Instagramnya.
Baca juga : Hobi Olahraga? Kenali Tanda Batas Maksimal Kerja JantungMari mengenal gagal jantung yang menyebabkan kematian mendiang Hanna Kirana di usianya yang masih belia. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Vito A. Damay Sp.JP(K) saat dihubungi Langit7 (4/11/2021), menjelaskan kenapa gagal jantung bisa terjadi di usia muda.
Gagal JantungMengomentari kematian Hanna Kirana, Vito Damay tidak bisa memastikan apa penyebabnya, karena harus mengecek langsung kondisinya. Namun ia mengakui bahwa gagal jantung bisa menimpa siapa saja, termasuk yang muda, kendati umumnya menimpa orang dengan lanjut usia.
Gagal jantung adalah kondisi kronis ketika jantung tidak memompa darah sebagaimana mestinya.
"Gagal jantung itu bisa diartikan dalam dua kondisi, kondisi dengan bengkak jantung, dan kondisi saat lemah jantung." ucap Vito Damay.
Bengkak JantungBengkak jantung atau lemah jantung seringkali disebut komplikasi paling akhir dari semua penyakit jantung. Bengkak jantung merupakan masalah yang terjadi di otot jantung sehingga menyebabkan jantung menebal, membesar, hingga membengkak.
"Ciri-ciri orang dengan bengkak jantung adalah mudah lelah mudah capek, baru lari sebentar sudah ngos-ngosan." Tuturnya.
Bengkak jantung bisa terjadi kepada orang dengan hipertensi yang mendapatkan pengobatan kurang tepat, kurang terkontrol tekanan darahnya, sehingga menyebabkan penebalan pada dinding jantung.
Bengkak jantung juga bisa berawal dari adanya tanda jantung koroner. Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat oleh timbunan lemak. Bila lemak makin menumpuk, maka arteri akan makin menyempit, dan membuat aliran darah ke jantung berkurang.
Baca juga : Kurangi Asupan Garam dan Makanan Berlemak Demi Jantung SehatSelain itu bengkak jantung juga bisa terjadi akibat kerusakan ginjal. Jantung dan ginjal adalah dua organ tubuh yang saling bekerja sama. Jika satu organ bermasalah maka satu organ lainnya akan bekerja lebih keras.
Ginjal berfungsi untuk membuat sel darah merah, mengontrol tekanan darah, dan membuang semua zat sisa berikut air yang berlebih ke luar tubuh. Sedangkan jantung mengirim asupan darah kaya oksigen ke ginjal.
Selanjutnya bengkak jantung juga bisa disebabkan diabetes. Kadar gula yang tinggi dan dibiarkan tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko penyakit jantung menyerang. Pasalnya, glukosa berlebih yang mengalir dalam darah bisa merusak pembuluh darah dan pada akhirnya memicu serangan jantung.
"Bengkak jantung belum tentu lemah jantung, apabila masih dalam tahap penebalan jantung saja, maka belum tepat jika dikatakan lemah jantung. Namun sudah bisa disebut gagal jantung." Jelasnya.
Lemah JantungSedangkan lemah jantung adalah ketika dinding jantung lebih tipis atau rongga jantung lebih besar, sehingga mengakibatkan daya pompa jantung menjadi menurun. Orang dengan lemah jantung masih bisa aktivitas tapi dengan obat-obatan yang teratur, lemah jantung juga masih bisa sembuh loh kata dokter Vito.
"Obat-obatan membantu menjaga performa mesin jantung. Bahkan dengan obat yang teratur bisa sama sekali tidak terganggu aktivitasnya." Papar Vito Damay
Pasien pasca kemoterapi, terkadang dapat menyebabkan lemah jantung, karena efek samping dari Kemoterapi adalah demikian.
"Walaupun punya efek samping lemah jantung, kemoterapi tidak bisa dihentikan karena untuk proses penyembuhan dari kanker yang lebih mematikan." Ujar Vito.
Vito menyampaikan, jika Anda divonis bengkak jantung atau lemah jantung jangan pasrah terlebih dahulu, ini bukan akhir dari segalanya. Langkah yang harus dilakukan adalah:
Baca juga : Hati-Hati, Gigi Berlubang Pengaruhi Kualitas Kesehatan Jantung1. Lakukan pemeriksaan medis untuk pastikan apakah Anda benar menderita bengkak jantung.
2. Lakukan pemeriksaan medis selanjutnya untuk memastikan, apakah bengkak jantungnya disertai lemah jantung?
3. Lakukan pemeriksaan untuk mencari tahu apa penyebab bengkak jantung yang disertai lemah jantung.
4.
Minum obat secara teraturObat untuk jantung ini bagaikan pelumas untuk mesin, membantu performa mesin jantung. Obat yang diminum rutin setiap hari dalam jangka waktu yang panjang tentu akan memiliki efek samping.
"Efek sampingnya tentu ada jika tidak sesuai dosis, terlebih biasanya meminum obat-obat tambahan hasil rekomendasi dari orang lain yang bukan dokter."
Maka dari itu penting sekali hanya meminum obat yang diberikan oleh dokter, karena sudah sesuai dosis. Bagi pasien juga menjadi catatan untuk meminumnya secara teratur waktunya, tidak sembarang.
"Semua yang masuk dalam tubuh kita, pasti memiliki faktor positif dan negatif, untuk itu harus sesuai arahan dokter." pungkasnya.
(est)