LANGIT7.ID, Jakarta - Syahdan pada masa kehkhalifahan Umar bin Khaththab terdapat seorang pria shalih bernama Said bin Yarbu. Khalifah Umar menugaskannya untuk merawat Masjidil Haram.
Khalifah Umar mempercayakan Said bin Yarbu melakukan pemeliharaan tiang-tiang masjid setiap tahun. Said dikenal sebagai seorang muslim yang taat lagi giat dalam bekerja.
Pada akhir masa kekhalifahan, Said bin Yarbu mengalami kebutaan hingga menyulitkannya untuk mendatangi shalat berjamaah. Kondisi kesehatannya pun ia sampaikan kepada khalifah.
Baca Juga: Kehebatan Khalid bin Walid, Tak Mempan Racun Paling Mematikan“Wahai Khalifah Umar, aku sekarang tidak bisa melihat seperti dahulu,” kata Said saat khalifah mengunjunginya. Melihat kondisi Said yang sudah tak bisa melihat lagi, Khalifah Umar tetap memintanya agar tetap menghadiri shalat berjamaah di masjid.
“Wahai Said, walaupun kamu buta, tapi jangan sekali-kali kamu meninggalkan shalat berjamaah di masjid Rasulullah,” kata Umar.
“Tapi, aku tidak memiliki pelayan yang bisa mengantarku ke masjid.”
Baca Juga: Mudahkan Ummat Islam Berbelanja, Masjid Latifah Dirikan Fiiziya MartMendengar jawaban Said, Umar yang dikenal tegas tapi berhati lembut langsung mengurusi keperluan Said. Umar pun mengutus seseorang untuk melayani Said agar ia dapat selalu shalat berjamaah ke masjid.
“Kalau begitu, nanti saya kirimkan seorang pelayan kepadamu,” jawab Khalifah Umar.
Kisah ini mengandung hikmah betapapun sulitnya kondisi kita agar tetap menjaga shalat berjamaah di masjid. Pada sisi lain, seorang pemimpin dituntut memiliki kepedulian terhadap urusan ibadah masyarakatnya.
Sumber:
Buku 50 Kisah Teladan Para Pemakmur Masjid.
Baca Juga: Batalkah Wudhu Ketika Suami-Istri Bersentuhan? Ini Penjelasan Ulama 4 Mazhab(zhd)