LANGIT7.ID, Jeddah - Otoritas Kesehatan Saudi meminta kepada para jemaah haji wajib menyiapkan masker, pembersih tangan (hand sanitizer), sapu tagan, dan sajadah pribadi sebelum melaksanakan ibadah di Makkah. Sejumlah tempat suci di Arab Saudi ditutup dan membutuhkan izin untuk bisa memasukinnya.
Dilaporkan dari
Arabnews, Sabtu (17/7/2021), Juru Bicara Komando Pasukan Pengamanan Haji Brigjen Sami Al Shuwairekh mengatakan, anak buahnya menangkap sembilan orang yang mencoba masuk Masjidil Haram tanpa izin. Kesembilan orang tersebut, kata dia, dikenakan denda 10.000 real saudi (Rp38 juta) karena juga tidak memiliki persyaratan musim Haji 2021.
Dia memperingatkan, pasukan keamanan akan melanjutkan penjagaan ketat hingga 23 Juli. Siapapun yang mencoba masuk ke Masjidil Haram atau tempat-tempat suci lain seperti Mina, Muzdalifah, dan Arafah tanpa izin akan dikenakan hukuman tegas.
Sementara, Menteri Urusan Islam, Panggilan dan Bimbingan, Sheikh Abdullatif Al Sheikh menyampaikan, Pemerintah Arab Saudi menghabiskan biaya 31 juta Real Saudi (Rp119 miliar) untuk perawatan dan operasional Haji 2021. Harapannya, kementerian terkait dapat memastikan pelayanan ibadah haji tahun ini berkualitas.
Termasuk merancang penerapan kesehatan dan keselamatan jemaah agar terhindar dari paparan virus Covid-19 yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China. Salah satunya pembuatan aplikasi pintar untuk membimbing dan mengedukasi jemaah selama musim haji 2021.
Arab Saudi juga memasang wifi di Masjid Namira di Arafah Valley. Juga ada pula pemasangan 62 layar untuk menyiarkan pesan kesadaran protokol kesehatandalam berbagai bahasa. Tak hanya itu, 30 layar interaktif sebagai perpustakaan elektronik Islam.
Diketahui, Arab Saudi mencatat 13 kasus meninggal dunia karena Covid-19 pada Jumat (16/7/2021) dan menjadi 8.048 kasus keseluruhan. Sementara, 1.298 kasus baru mewarnai hari kemarin dengan akumulasi menjadi 507.423. Sebanyak 11.029 kasus positif aktif dengan 1.400 penderita di antaranya dalam kondisi kritis.
Kabar gembiranya, sebanyak 1.428 penderita dinyatakan sembuh. Total meningkatkan jumlah pasien pulih di negara dengan sistem kerajaan tersebut menjadi 488.346. Sementara, Arab saudi telah melakukan vaksinasi warganya sebenyak 21.771.592 yang 1.413.312 di antaranya lansia.
(asf)