Kebutuhan Mushaf Alquran Tinggi, Tapi Produksi Rendah
fajar adhityaAhad, 14 November 2021 - 11:18 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock).
LANGIT7.ID, Jakarta - Kebutuhan akan kitab suci Alquran di Indonesia sangat tinggi. Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan total kebutuhan mushaf Alquran setiap tahun lebih dari enam juta eksemplar.
Kebutuhan mushaf Alquran yang sangat tinggi ini berbanding terbalik dengan kemampuan produksi Unit Percetakan Alquran (UPQ) Kementerian Agama. Sejak tahun 2016-2020, UPQ baru mencetak sekitar 1.705.000 Mushaf.
"Jadi, disparitas jumlah antara kebutuhan dan ketersediaan masih cukup jauh. Tantangan UPQ ke depan yakni memenuhi kebutuhan mushaf al-Qur'an umat Islam Indonesia yang kian hari kian bertambah jumlahnya," ujar Zainut dilansir Kemenag.go.id, Ahad (14/11/2021).
Guna memenuhi kebutuhan mushaf Alquran, Kementerian Agama merancang revitalisasi UPQ menuju percetakan Alquran bertaraf dunia dengan menargetkan oplah cetak sebanyak 10.000.000 eksemplar per tahun. Kementerian yakin angka produksi ini dapat tercapai.
“Insya Allah akan segera terwujud. Mengingat, revitalisasi ini bukan sekedar keinginan untuk membangun Unit Percetakan Alquran berkelas dunia, akan tetapi sebuah prioritas demi memenuhi kebutuhan dasar umat Islam yang harus segera direalisasikan," katanya.
Di samping itu, UPQ juga didorong menjadi destinasi wisata reliji, pusat penerbitan dan percetakan buku-buku keislaman yang moderat dan pusat edukasi ilmu-ilmu Alquran. “Melalui revitalisasi juga, UPQ diharapkan dapat membangun ekosistem yang lebih efektif dan efisien,” katanya.