LANGIT7.ID - Rumah Tahfizh Al-Qur'an memiliki cara unik dalam mendidik para santri menyempurnakan hafalan Al-Qur'an. Para santri diajak rihlah (rekreasi) ke alam untuk murojaah hafalan sekaligus bertadabbur.
Rihlah yang berjudul Mukhayyam Al-Qur'an itu digelar selama satu bulan penuh, 8 November-8 Desember 2021. Para santri yang ikut merupakan peserta didik tingkat akhir. Mereka akan diwisuda pada Januari 2022 nanti.
Program tersebut diikuti 128 santri calon wisudawan. Selama sebulan mereka diwajibkan menyetor hafalan tanpa ada salah sedikitpun, baik bacaan dan tajwid serta makharijul huruf.
"Setelah setoran, ada munaqosyah kubro (ujian). Satu persatu diberikan 10 soal untuk 1 juz," kata Ketua Yayasan Al-Furqon Bongki, Sinjai, Ustadz As'ad Arsy.
Sebelum berangkat rihlah, para santri terlebih dahulu diajak mentadabburi Surah Al-Balad ayat 1-18. Salah satu pesan penting dari ayat itu adalah motivasi untuk terus mendaki tangga kehidupan.
Ada beberapa syarat untuk menaiki tangga tersebut, di antaranya memberi makan orang lapar, menyayangi anak yatim, dan memperhatikan fakir miskin.
"Jika itu dilaksanakan, barulah kita disebut sebagai golongan marhamah (ayat 17). Makanya tema Rihlah adalah marhamah agar semua bisa berkasih sayang khususnya selama perjalanan nanti. Sabar, saling membantu, dan berkasih sayang," kata As'ad.
Setelah itu, mukhayyam Al-Qur'an itu diawali dengan mengadakan rihlah ke Pesantren Alam Indonesia di Kab. Soppeng, Sulawesi-Selatan. Dalam perjalanan, anak-anak terus bersama Al-Qur'an dengan memurojaah hafalan.
Selama di lokasi rihlah, para peserta Mukhayyam aktif dengan kegiatan halaqah Qur'an, Tadabbur Qur'an, Murojaah, dzikir serta permainan yang menyenangkan.
As'ad mengungkapkan, para peserta sangat antusias dan bahagia mengikuti kegiatan itu. Sebab, selain aktivitas mengaji, mereka juga diberikan kegiatan yang dapat menambah kecintaan mereka terhadap Al-Qur'an dan kasih sayang kepada sesama.
"Bahagia dengan Al-Qur'an. Itulah nilai yang kita tanamkan kepada mereka di kegiatan ini," ucap As'ad.
Rihlah itu merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter agar para santri bisa menjajal masa depan tangguh. Terlebih, mereka masih usia sekolah dasar, sehingga menanamkan nilai Qur'an menjadi sebuah keharusan.
"Rihlah ini adalah awal dari perjuangan anak-anak kita. Karena satu bulan kedepan mereka akan fokus dan lebih intens waktunya untuk memberikan yang terbaik terhadap Al-Qur'an," tutur As'ad.
(jqf)