LANGIT7.ID - Terdapat banyak riwayat yang mengisahkan akhlak, kepribadian, ciri-ciri fisik, sejarah hidup, dan keseharian Nabi Muhammad SAW. Selain itu, ada juga riwayat terkait cara beliau berpakaian, baju yang disukai, sandal, dan sarung.
Dalam Kitab As-Syama’il Muhammadiyah, Imam at-Tirmidzi menguraikan beberapa hadits yang menunjukkan tata cara baginda nabi berpakaian. Pertama, menyukai pakaian yang akan dipakai dan berdoa saat berpakaian.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Rasulullah Melalui Syama'il Muhammadiyah
“Apabila Nabi SAW memakai pakaian baru, beliau memberikan nama pakaian itu sebuah nama, seperti serban, baju, atau selendang. Selanjutnya, beliau berdoa, ‘Ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, sebagaimana Engkau telah memberiku pakaian. Aku memohon kebaikan dari pakaian ini serta kebaikan sesuatu yang diciptakan untuknya. Aku berlindung dari keburukan pakaian ini, serta keburukan sesuatu yang diciptakan untuknya’.” (HR at-Tirmidzi).
Kedua, warna pakaian Rasulullah. Dalam sebuah riwayat disebutkan, baginda nabi menyukai warna putih. “Hendaklah kalian berpakaian putih, dan gunakanlah untuk mengkafani orang-orang yang meninggal di antara kalian. Sebab, ia pakaian paling baik bagi kalian.” (HR at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah).
Ketiga, sandal Rasulullah. Mengenai model sandal baginda nabi, Qatadah pernah berkata, “Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik, ‘Bagaimanakah bentuk sandal Rasulullah SAW?’
Anas menjawab, “Sandal beliau menggunakan dua tali qibal (tali sandal yang disatukan ujungnya dan terjepit di antara dua jari kaki.” (HR Bukhari).
Di sisi lain, beliau juga mengajari umatnya cara berpakaian. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Abu Hurairah berkata, “Jika salah seorang di antara kalian memakai sandal, pakailah yang kanan lebih dulu. Jika melepas, mulailah yang kiri lebih dulu. Jadikanlah kaki kanan yang memakai terlebih dulu dan yang terakhir melepasnya.”
Keempat, cincin Rasulullah SAW. Anas bin Malik pernah berkata, “ketika Rasulullah SAW hendak menulis surat kepada raja-raja non-Arab ada yang mengatakan, ‘mereka tidak mau menerima surat, kecuali jika ada stempelnya.’
Rasulullah pun kemudian membuat cincin dan aku melihat putihnya cincin itu di tangan beliau itu.” (Muttafaq 'Alaih. HR Bukhari-Muslim).
Selain itu, baginda nabi menggunakan cincin di tangan kanan. Hammad bin Salamah pernah berkata, ‘aku melihat Ibnu Abi Rafi’ memakai cincin pada jari kanannya. Aku lantas bertanya mengenai hal itu. ia menjawab, ‘aku pernah melihat Abdullah bin Ja’far memakai cincin pada jari kanannya dan ia berkata, ‘bahwa Rasulullah SAW memakai cincin di jari kanannya.” (HR at-Tirmidzi)
Kelima, serban Rasulullah. Jabir mengatakan, “Nabi SAW memasuki kota Makkah saat penaklukkan dan beliau mengenakan serban (imamah) berwarna hitam.” (HR Muslim).
Pada riwayat lain disebutkan, “Nabi SAW berkhutbah di hadapan umat. Ketika itu, beliau mengenakan serban dan serbannya itu terkena minyak rambut.” (HR Ahmad di dalam musnad-nya).
Keenam, Sarung Rasulullah. Rasulullah SAW pernah mengajari Hudzaifah bin al-Yaman cara bersarung. Itu disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan Ibnu Majah.
Hudzaifah mengatakan, “Rasulullah SAW memegang otot betisku atau betisnya lalu bersabda, ‘ini adalah batas bawah sarung. Jika engkau enggan maka boleh diturunkan ke bawah. Jika engkau masih enggan juga, tidak ada hak bagi sarung pada mata kaki.”
Pada riwayat lain disebutkan, “Utsman bin Affan menggunakan sarung yang tingginya mencapai setengah betisnya. Utsman berujar bahwa seperti itulah cara bersarung sahabatnya (Nabi SAW).” (HR Abu Syaikh dalam Akhlaqun Nabi).
(jqf)