Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sosok muslim detail berita
Resah Akhlaq Anak Bangsa

Mantan Pelaut Ini Dirikan Yayasan Sekolah Islam

Akbar Nur Qadri Jum'at, 19 November 2021 - 13:45 WIB
Mantan Pelaut Ini Dirikan Yayasan Sekolah Islam
Ketua Yayasan RBM, Haji Makmur Ante Pasau. Foto: istimewa
Langit7, Makassar - Resah dengan akhlakul karimah anak bangsa menjadi alasan utama salah seorang pengusaha muda di Makassar, Sulawesi Selatan mendirikan sebuah yayasan sekolah Islam. Yayasan tersebut diberi nama Raffasya Baitul Makmur (RBM). Berdiri kokoh di Jalan Abdurrahman Hakim, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Ketua Yayasan RBM, Haji Makmur Ante Pasau bercerita, latar belakang mendirikan sekolah Islam tersebut berawal dari pengalaman sendiri yang dialaminya.

Awalnya Haji Makmur merupakan seorang pelaut, namun seiring waktu memilih berhenti dan hijrah sebagai pengusaha. Ketika mulai menggeluti usahanya, sebagai rekanan PT Pertamina, Haji Makmur banyak merasakan berbagai persoalan. Mulai terkait perizinan hingga hal lainnya yang dipersulit oleh oknum - oknum demi meraup keuntungan.

Baca juga: Nadzirum Mubin, Ahli Lebah IPB University

Dari situ, Haji Makmur berkesimpulan, bahwa perbuatan oknum tersebut diduga kuat karena akhlak mereka yang rusak. Hanya mencari kenikmatan dunia dengan mengenyampingkan bekal untuk akhirat.

Haji Makmur mulai berfikir bahwa untuk merubah pola tersebut, diperlukan pendidikan akhlak dari usia dini. Sehingga Haji Makmur kemudian banyak berkonsultasi dengan orang - orang yang mengerti tentang dunia pendidikan. Hingga akhirnya mendirikan Yayasan Raffasya Baitul Makmur.

"Saya membangun sekolah ini, niatnya bukan orientasi bisnis, tapi adalah beramal jariah. Artinya bagaimana hidup kita itu bermanfaat untuk ummat, untuk agama dan bangsa," kata Haji Makmur ketika diajak berbincang, Kamis, (18/11).

Selain itu, yang membuat Haji Makmur kian optimistis mendirikan sekolah Islam dengan mengedepankan program pendidikan Akhlakul Karimah, karena banyak orang - orang berpendidikan tinggi tersandung kasus hukum, termasuk pejabat.

"Jadi sekolah ini saya sampai bertanya kepada diri saya, 'kenapa sih banyak orang - orang pintar itu masuk penjara'? Ada pendidikannya gelar Professor, Doktor, Sarjana hukum, bahkan Master Hukum masuk penjara? Begitu juga yang masuk penjara seorang pejabat yang dipilih oleh rakyat, orang penting. Tapi kenapa ada oknum yang masuk penjara?" Tutur Haji Makmur.

Baca juga: Resmi, Dyota Mahottama Marsudi Pimpin Bank Aladin Syariah

Dari fenomena itu, sehingga Haji Makmur menarik kesimpulan bahwa yang mengangkat harkat martabat seorang manusia, bukan gelar atau jabatan.

"Tetapi sebagaimana Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini, karena untuk menyempurnakan akhlak manusia. Maka saya tarik jawaban, kenapa orang pintar, orang terhormat masuk penjara? Karena akhlak yang tidak ada, " tuturnya.

Haji Makmur juga mencontohkan, bahwa di negara Jepang yang mayoritas penduduk non-muslim, dapat hidup dengan tentram dan saling menghargai.

"Kita liat negara maju seperti di Jepang bukan penganut agama Islam, tapi negararnya maju, masyarakatnya sejahtera, negaranya aman sentosa. Karena di sana itu, pendidikan akhlak di usia dini, jadi itu anak anak diajarkan tentang akhlak dulu diusia dini, bukan ilmu, "sebutnya.

Maka Haji Makmur mengajak semua orang tua, agar lebih mengutamakan pendidikan akhlak kepada anak - anak mereka. "Mari kita orang tua mencarikan sekolah yang berakhlak, bukan saja berilmu. Untuk apa berilmu kalau tidak berakhlak. Maka modal utama berakhlak dulu, Nabi diutus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak semua ummat, bukan hanya Islam, " ajaknya.

"Kenapa saya membangun sekolah? yang notabene saya seorang pelaut? Saya alami ketika saya berhenti melaut, saya memulai bisnis, berinteraksi dengan orang - orang yang punya power di darat, bagaimana mengurus perizinan, bagaimana menghubungkan konektivitas, saya banyak merasakan dibohongi, ditipu mengurus hal hal yang seharusnya selesai dua tiga hari tapi berbulan bulan. Itu kan kembali lagi kepada akhlak," sambungnya.

Baca juga: Perjalanan Kak Seto Jadi Profesor, Mimpi Sejak Tahun 1993

Dia juga menyarankan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk membuat program atau kurikulum yang fokus terhadap akhlak pada anak. Dinas pendidikan seharusnya membuat program di usia dini anak-anak pendidikan akhlaknya 70 persen. Sebuah konsep yang seharusnya dijalankan di dunia pendidikan. "

“Terkadang kita orang tua merasa bangga bahwa anakku jago bahasa Inggris, tapi kita tidak kecewa bila mana anak kita masih membantah kepada kita, masih suka berbohong. Karena kalau terdidik dari kecil seperti itu, sampai besar akan dia bahwa. Tentu ini kembali penguatan akhlak usia dini. Itulah yang melatar belakangi saya membangun Raffasya Baitul Makmur, " ungkapnya.

Tak sampai disitu, Haji Makmur juga dalam memilih tenaga pendidik untuk yayasan yang didirikannya, betul-betul memilih orang - orang berkompeten di bidangnya.

"Untuk merekrut tenaga handal yang profesional yang saya artikan adalah bisa penuhi lima poin. Pertama dia harus disiplin, harus jujur, harus cakap atau terampil, punya loyalitas, serta mampu kerja tim. Jadi kualitas tenaga pendidik itu dilihat dari situ."

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)