Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home global news detail berita

Masjid di Brasil Diserang Orang Tak Dikenal

muhammad rifai akif Selasa, 30 November 2021 - 09:19 WIB
Masjid di Brasil Diserang Orang Tak Dikenal
Masjid Imam Ali di Ponta Grossa, Brasil yang mengalami penyerangan dari orang tidak dikenal. Foto: Arab News
LANGIT7.ID - LIMA - Sekelompok pengacau menyerbu dan melakukan vandalisme di sebuah masjid di Kota Ponta Grossa, Brasil, Jumat (26/11/2021) lalu.

Penjahat tak dikenal masuk ke Gedung Hussainiya sebelum sholat subuh pertama dan mengotori dinding juga beberapa kursi, menghancurkan masbaha, dan membakar lima jilid Al-Qur'an.

Baca juga: Arsitektur Indah dan Megah, Upaya Makmurkan Masjid di Akhir Zaman

Ketika Sheikh Mahmoud Shamsi penduduk asal Iran, meninggalkan rumahnya yang berada di bangunan yang sama dengan masjid, untuk shalat ia mencium bau asap. Tapi ia sempat mengira bau tersebut berasal dari jalan.

“Dua jam kemudian, ketika saya masuk ke mobil saya, saya menyadari bahwa seseorang telah mencuri pemutar radionya. Saat itulah saya pergi ke hussainiya dan melihat semuanya kacau,” kata Shamsi seperti dikutip dari Arab News, Selasa (30/11/2021).

Menurut Sleiman Zabad, presiden Masjid Imam Ali, para perusuh tersebut membakar sebuah meja tengah di hussainiya, di atasnya ada sebuah Al-Qur'an dan sebuah lukisan dengan ayat suci.

“Dia pasti melihatnya sebagai semacam altar dan memutuskan untuk menghancurkannya. Itu sebabnya saya pikir niatnya untuk menodai masjid, dan motivasinya adalah intoleransi beragama, ” tegas Zabad.

Selain itu, dapur masjid juga dibobol, dengan dinding yang dikotori oleh penyerang tak dikenal. Sheikh Shamsi mengatakan bahwa empat jilid Al-Qur'an lainnya dikeluarkan dari lemari dan dibakar.

“Saya pikir orang itu ingin membakar lebih banyak barang tetapi mendengar saya datang ke masjid untuk salat subuh dan melarikan diri,” tambah syekh.

Masjid ini didirikan lebih dari 40 tahun yang lalu oleh anggota komunitas Lebanon di Ponta Grossa, sebuah kota di negara bagian Paraná, Brasil Selatan. Sekarang, imigran dan pengungsi lebih banyak berasal dari Pakistan, Tunisia, Suriah, dan negara-negara sub-Sahara juga menghadiri masjid untuk salat. Jemaatnya sekitar 400 orang, baik Sunni maupun Syiah.

Beberapa tahun yang lalu, penyerbu tak dikenal juga pernah masuk ke masjid dan menghancurkan beberapa lampu gantung. Namun, tidak ada yang ditangkap setelah pembobolan.

Menurut Zabad, tidak ada suasana intoleransi beragama di kota itu, dan umat Islam benar-benar terintegrasi ke dalam masyarakat setempat.

“Namun, di media sosial, orang terkadang menyerang kami,” katanya.

Hingga saat ini para pengacau tersebut belum teridentifikasi. Kamera keamanan masjid yang tidak berfungsi menyulitkan kepolisian mendapat gambar dari tersangka.

Zabad mengatakan bahwa ada peralatan elektronik mahal di hussainiya tapi tidak ada yang diambil. Sheikh Shamsi mengatakan ada uang di dalam mobilnya, yang juga tidak dicuri.

Banyak organisasi sipil dan keagamaan telah menunjukkan penolakan mereka terhadap serangan tersebut dan menyatakan dukungannya kepada komunitas Muslim.

Komisi Rio de Janeiro untuk Memerangi Intoleransi Beragama (Commission to Combat Religious Intolerance) mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu.

"Tidak hanya ingin menyerang bangunan masjid dan simbol-simbol suci saudara-saudara Muslim kita tetapi mereka ingin menyerang terutama moral dan psikologi komunitas Muslim, mengingat bahwa serangan dilakukan pada hari Jumat (hari suci umat Islam) dan mencapai kitab suci Islam.” kata perwakilan komisi.

Ivanir dos Santos, salah satu anggota pendiri komite, mengatakan kepada Arab News: “Ini adalah episode memalukan dari intoleransi agama dan rasa tidak hormat kepada umat Islam. Kami berharap pihak kepolisian mengusut dan mengungkap siapa pelakunya. Dan kami berharap mereka akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum atas tindakan intoleransi dan Islamofobia yang keji itu.”

Menurut Carlos Menezes, yang mengepalai Islamic center Rio de Janeiro dan juga anggota komite, meningkatnya kasus intoleransi beragama di Brasil selama beberapa tahun terakhir adalah sinyal bahwa cepat atau lambat sesuatu seperti invasi masjid baru-baru ini akan terjadi.

“Brasil selalu menjadi negara yang toleran, tetapi kami telah memperhatikan semakin banyak kejadian semacam itu akhir-akhir ini, terutama terhadap agama-agama Afrika-Brasil,” kata Menezes kepada Arab News.

Dia menambahkan bahwa ujaran kebencian di internet menjadi lebih umum di kota-kota Brasil di mana terdapat komunitas Islam yang lebih besar. Serangan di Ponta Grossa entah bagaimana mewujudkan ancaman itu.

“Sayangnya, presiden Brasil saat ini telah memicu intoleransi di masyarakat. Orang-orang yang tidak toleran sekarang merasa bebas untuk menyatakan pendapat mereka, ”tambahnya.

Sejak kampanye kepresidenan pada tahun 2018, Presiden Jair Bolsonaro telah didukung oleh segmen Protestan evangelis yang besar. Anggota pemerintahannya pada beberapa kesempatan telah menekankan bahwa Brasil adalah negara Kristen, menyebabkan rasa malu di kalangan non-Kristen.

Menezes mengatakan bahwa sejak Taliban kembali menguasai Afghanistan, agresi verbal Islamofobia di media sosial telah berkembang.

“Sekarang setelah serangan fisik pertama terjadi, orang lain mungkin merasa terstimulasi untuk melakukan hal yang sama,” kata Menezes, yang juga memimpin Observatorium Hak Asasi Manusia Syiah, yang memantau ujaran kebencian.

Reaksi keras dari beberapa organisasi keagamaan Brasil terhadap agresi itu, membawa harapan bahwa negara ini tidak akan mentolerir tindakan kebencian baru, tambah Menezes.

Baca juga: Lawan Islamofobia, Pria Muslim Ini Keliling Dunia Naik Sepeda

Salah satu lembaga keagamaan pertama yang menyatakan penolakannya terhadap serangan itu adalah Federasi Israel Negara Paraná. Organisasi itu menunjukkan “Solidaritas mendalam kepada Sheikh Mahmoud Shamsi dan jemaahnya” dan mengatakan bahwa tindakan seperti itu “tidak dapat diterima.”

“Orang tua saya orang Lebanon dan saya lahir di sini di Brasil. Ini adalah negara yang menyambut semua orang,” kata Sleiman Zabad.

“Hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi. Tidak hanya untuk Muslim tetapi untuk siapa pun. Saya juga akan sama sedihnya jika ada yang menyerang Alkitab,” pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan