LANGIT7.ID, Jakarta - Dekorasi masjid hampir tidak pernah mencakup bentuk manusia atau hewan untuk menghindari pemberhalaan. Sebaliknya, desain geometris, bunga, vegetal, dan kaligrafi menghiasi masjid, secara simbolis mengingat janji surga.
Kaligrafi menjadi salah satu atribut penting yang menghiasi interior maupun eksterior masjid. Keberadaan kaligrafi akan memunculkan nuansa keagamaan yang kuat dengan adanya goresan ayat-ayat Alquran maupun hadist Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.
Kaligrafi Islam memiliki akar sejarah tradisi menulis indah dari bangsa Arab, sebagai tanah asal lahirnya kaligrafi. Tradisi menulis indah tersebut disebut khat sebagai manifestasi dari arti kata kaligrafi, yang berasal dari kata kaligraphia yang berarti tulisan indah.
Baca Juga: Umat Islam Harus Berperan Aktif dalam Industri e-SportKaligrafi yang memuat ayat-ayat Alquran menghiasi interior dan eksterior masjid, membangun hubungan yang kuat antara kitab suci dan tempat shalat. Medium kaligrafi masjid tidak hanya dinding, tapi dapat berupa kaligrafi pahat ukir kayu, kaligrafi berbahan
glassfiber reinforced concrete (GRC),
stainless steel, kaligrafi kuningan, dan sebagainya.
Ornamen geomteris juga banyak diterapkan pada msjid-masjid bergaya Timur Tengah. Seni geomteris, bunga, atau tumbuh-tumbuhan yang menghiasi masjid menjadi laternatif hiasan daripada bentuk manusia atau hewan untuk menghindari pemberhalaan.
Baca Juga: MUI: RSIH Wujud Solidaritas Dunia kepada PalestinaPola geometris yang paling sering banyak digunakan adalah bentuk segi delapan, lingkaran, persegi, dan segi enam yang diadopsi dari seni ornamen Zellige, Maroko. Zellige terdiri dari mozaik dengan pola geometris yang banyak digunakan untuk ornamen dinding, langit-langit, air mancur, lantai, kolam, dan meja.
Selain pola geomteris, seni lain yang banyak diaplikasikan pada ornamen masjid adalah seni ornamen motif tumbuh-tumbuhan dan sulur. Ornamen tumbuh-tumbuhan pada dasarnya melengkapi dan menyempurnakan keindahan bagian dekorasi yang lainnya.
Baca Juga: Masjid di Brasil Diserang Orang Tak DikenalMotif tumbuh-tumbuhan pada ornamen masjid biasanya diduplikasi dari berbagai bunga dan didesain sedemikian rupa sehingga sulit untuk menentukan bentuk aslinya. Ornamen tumbuh-tumbuhan dan sulur biasnya mewakili visualisai tumbuhan sekitar atau merujuk pada makna filosois tumbuh-tumbuhan tertentu.
Misalnya motif bunga teratai sebagai simbol sebagai keabadian, keberuntungan, dan kekayaan. Makna dari sulur-uluran tumbuhan melambangkan kehidupan yang suci mengandung pengertian. Motif ornamen masjid baik geomteris maupun tumbuh-tumbuhan menggambarkan hubungan mikrokosmos dan makrokosmos kepada Tuhan dan alam semesta.
Baca Juga: Arsitektur Indah dan Megah, Upaya Makmurkan Masjid di Akhir Zaman(zhd)