LANGIT7.ID - MAKASSAR - Setelah setahun lebih umat Islam tidak bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci, pencabutan suspend penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi menjadi angin segar bagi calon jamaah haji dan umrah Tanah Air.
Aturan yang mulai berlaku per 1 Desember tersebut bukan berarti keberangkatan jamaah umrah bisa langsung dilakukan. Karena masih ada proses persiapan yang harus dilakukan, antara lain terkait pendataan jemaah, paket layanan, dan pengurusan visa.
Baca juga: Keren, Mahasiswi Ciptakan Alat Peringatan Bencana Berbasis MasjidMeski begitu, Masjid Al Fatih An Ansar di Jalan Paccinang Raya, Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan bisa jadi pengobat rindu umat Islam yang ingin berkunjung ke Tanah Suci.
Masjid Al Fatih dibangun dengan konsep menyerupai Kakbah di Mekkah. Bangunan bentuk Kakbah itu didirikan tepat di depan masjid, sehingga setiap jamaah yang hendak beribadah, disuguhkan pemandangan Kakbah terlebih dulu.
Bangunan Kakbah ini dilengkapi lafaz Allah yang mengelilingi dindingnya, dengan tiruan Hajar Aswad juga yang juga menempel di sudut bangunan, makin menambah kemiripan Kakbah di Mekkah.
Bahkan bangunan Kakbah di masjid yang dibangun pada 2015 silam itu menjadi spot foto bagi jamaah yang menyempatkan beribadah maupun pengendara yang melintas.
Konon, Masjid Al Fatih yang menyerupai Kakbah tersebut dibangun karena pendirinya, Mustamin Anshar mendapat hidayah saat beribadah di Tanah Suci Mekkah.
![Masjid Al Fatih Al Ansar Makassar, Jadi Obat Rindu ke Tanah Suci]()
Bagian interior Masjid Al Fatih An Ansar di Panakukang, Makassar. Foto: Akbar Nur Qadri/LANGIT7
Ketika itu, Mustamin mendapat bisikan untuk mendirikan masjid dan dia merasa sangat nyaman saat berada dekat Kakbah. Kemudian dalam pembangunannya, desain masjid Al Fatih dipercayakan kepada anaknya, Muhammad Akbar Wisudawan.
Kakbah di Masjid Al Fatih ini dibangun di area seluas 600 meter persegi yang memiliki lebar 9 meter, panjang 17 meter, dengan tinggi 12 meter.
Bukan sembarang ukuran, ternyata ada makna tersendiri dari bangunan tersebut. Angka 9 diibaratkan sebagai angka penanggalan Arab didirikannya bangunan masjid, yakni di bulan 9 September 2015. Lalu angka 17 merupakan jumlah sholat 5 waktu yang memiliki 17 rakaat. Sementara 12 diambil dari penjumlahan 5 rukun Islam dan 6 rukun iman dan 1 yang mengartikan Allah SWT.
Baca juga: 5 Mall di Jakarta dengan Masjid dan Mushalla Sangat BaikSalah seorang pengurus Masjid Al Fatih, Harun mengatakan, bahwa arsitektur masjid memiliki makna tentang kecintaan terhadap sang Khalik.
"Begitu cintanya Pak Haji (Mustamin Anshar) dengan Tanah Suci," katanya ketika diajak berbincang, Kamis, (2/12).
Sebagai informasi, masjid ini dibuka bagi jamaah 24 jam untuk beribadah, dan memberikan kenyamanan bagi mereka yang melakukan ibadah.
(est)