LANGIT7, - JAKARTA - Menjadi seorang muslim, ada tiga hal yang menjadi pokok kunci ajarannya. Pertama terkait masalah Islam (rukun Islam), masalah Iman (rukun iman), dan juga masalah ihsan yang sering dikaitkan dengan hablum minannaas atau berhubungan dengan sesama manusia.
Penjabaran ihsan ternyata lebih luas daripada hanya cakupan sekedar berhubungan sesama manusia. Ihsan berlaku untuk segala hal, kepada alam, kepada barang dan juga kepada hewan.
Baca juga: Memahami Hak-Hak Anak dalam Islam, Salah Satunya Hak untuk BermainUstadz Ali Mohammad Al Hudhaibi, mengatakan ihsan adalah melakukan sesuatu dengan profesional, tidak sembrono, dipikir dengan matang, dan itu berlaku terhadap sesuatu.
"Ihsan kepada mobil adalah dengan merawat mesinnya dan mencucinya jika terlihat kotor," kata Ustadz Ali Hudaibi.
Begitupun berbuat ihsan kepada binatang, banyak anjuran yang sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW 14 abad yang lalu.
Menyembelih binatang saja ada aturannya dalam Islam, dan itu harus Ihsan. Seperti apa dan bagaimana? Berikut penjelasannya seperti tertuang dalam hadits yang disampaikan oleh Ustadz Ali Hudaibi dalam sebuah kajian di kanal cariustadz.id.
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ.
Artinya: "Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan yang akan disembelih." (HR. Muslim).
Dari pengertian hadits di atas, jelas diterangkan bagaimana Islam begitu mulianya memperlakukan binatang dengan ihsan.
"Islam memperlakukan binatang saja sedemikian rupa, apa lagi terhadap manusia" kata Ustadz Ali Hudaibi.
Dijelaskan bahwa menyembelih binatang harus dengan cara yang baik. Artinya tidak terlalu terburu-buru dan juga tidak terlalu pelan karena dikhawatirkan menambah rasa sakit pada binatang tersebut.
Sedangkan pengertian membuat senang hewan yang akan disembelih adalah terdapat beberapa poin yang dianjurkan oleh Imam Nawawi rahimahullah:
- Menajamkan pisau sehingga hewan cepat untuk disembelih.
- Dianjurkan tidak mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelih.
- Tidak boleh menyembelih hewan lantas ditonton oleh hewan lainnya.
- Tidak boleh melewatkan hewan yang akan disembelih di tempat penyembelihannya.
Selain itu Ustadz kelahiran Garut ini juga menjelaskan berbuat Ihsan kepada binatang bisa membawa seseorang ke surga karena dosanya diampuni oleh Allah SWT.
"Seperti kisah yang sudah fenomenal yang tercatat dalam hadits dimana seorang pezina yang dosanya diampuni, karena mendapatkan momen yang dinilai sangat ridho memberi air kepada hewan anjing yang sedang kehausan." paparnya.
Berikut arti dari hadits yang dimaksud oleh Ustadz Ali Hudaibi:
"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dipinggir sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan, (melihat ini) si wanita pelacur itu melepas sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allâh Azza wa Jalla."
Baca juga: Cara Unik Santri Al-Furqan Sempurnakan Hafalan, Rihlah Sambil TadabburPelajaran yang bisa diambil adalah hendaknya selalu dan terus berbuat baik kepada segala sesuatu. Sehingga jika ada momen langka yang tidak disengaja, secara refleks atau spontan akan merespon momen tersebut dengan suatu kebaikan yang disebut Ihsan.
Menutup kajiannya di cariustadz.id ust. Ali Hudaibi memberikan satu hadits tambahan terkait berbuat baik kepada segala makhluk yang ada di bumi termasuk hewan atau binatang. Jika dilakukan, hal ini berguna juga untuk memancing kasih sayang dan kebaikan dari Allah SWT dan juga para Malaikat.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
Artinya : Dari Abdullah bin Amr RA, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Orang orang yang penyayang itu akan dikasihi oleh Yang Maha penyayang Yang Maha suci lagi Maha tinggi, maka sayangilah makhluk yang ada di bumi niscaya kalian akan disayangi oleh makhluk yang ada di langit." (Hadits Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan al Hakim dari Abdullah bin Umar)
(est)