LANGIT7.ID, Jakarta - Amr bin Al Jamuh radiallahu anhu adalah sahabat Nabi Muhammad yang menyandang disabilitas. Ia seorang tunadaksa pada bagian kakinya yang membuatnya tak bisa berjalan dengan normal.
Meski begitu, semangat Amr dalam membela tegaknya tauhid sangat kokoh. Kecacatan fisik tak menyurutkan keinginannya untuk berjuang di sisi Rasulullah meskipun telah mendapat rukhsah (keringanan).
Karena kakinya yang pincang, Amr tidak turut serta saat komunitas muslim menghadapi lebih dari seribu pasukan kafir Quraisy pada Perang Badar. Absennya dari medan Badar membuat kerinduan Amr menggapai syahid semakin meluap-luap.
Baca Juga: Belajar Jadi Guru Ideal kepada Sosok Nabi Muhammad SAWSyahdan, Amr akhirnya dapat turut serta membersamai Rasulullah pada Perang Uhud. Sebenarnya, Amr tetap dilarang ikut oleh keluarga dan Rasulullah. Namun, Amr tetap bersikeras pada niatnya.
“Allah memaafkanmu,” kata anak-anak Amr.
“Kalian melarangku ikut Perang Badr dan sekarang tidak membolehkanku ikut terlibat dalam Perang Uhud?” jawab Amr.
Baca Juga: Wawancara Eksklusif Prof Nasaruddin: Masjid Rumah Besar Bangsa IndonesiaAmr lalu datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata kepadanya, “Sesungguhnya anak-anakku menahanku agar aku tidak keluar bersamamu dalam perang. Demi Allah, aku ingin menginjak surga dengan kepincanganku ini.”
Rasulullah shallllahu ‘alaihi wasallam berkata, “Adapun kamu, maka Allah telah memaafkan, tiada kewajiban jihad bagimu.”
Karena permintaan yang terus menerus dari Amr, Rasulullah pun mengizinkannya. Berkata Rasulullah kepada anak-anak Amr, “Tidak ada alasan bagi kalian untuk menghalanginya, karena barangkali Allah akan mengaruniakannya mati syahid. Karenanya, biarkanlah ia ikut.”
Baca Juga: Anjuran Berbuat Ihsan Terhadap Hewan dan PahalanyaSementara itu istrinya, Hindun binti Amr bin Hizam, berkata, “Sungguh ia telah mengambil perisainya, kemudian ia berdoa kepada Allah, “Ya Allah, janganlah Engkau kembalikan aku dalam keluargaku.”
Demikian Amr bin Al-Jamuh berangkat bersama dengan saudara kandung istrinya, Abdullah bin ‘Amr bin Haram. Ikut bersama mereka berdua Khallad bin Amr bin Al Jamuh. Peperangan pun pecah, Amr dan putranya pun syahid.
Baca Juga: Awas Hoaks, Begini Cara Verifikasi Berita Sesuai Ilmu HadistDi hadapan jasad Amr, Rasulullah berkata, “Aku melihat seakan-akan engkau berjalan menuju surga dalam keadaan kakimu kembali normal.”
Amr bin Al Jamuh menginjak surga dengan kepincangannya seperti yang dia inginkan. Ia tidak kembali kepada keluarganya sebagaimana yang telah ia doakan.
Baca Juga: Ternyata Ada Satu Kata Bahasa Indonesia Tertulis Jelas dalam Al-Qur’an(zhd)